Kamis, 18/04/2013 21:40 WIB

Usai UN, 53 Pelajar Bajak Bus di Tanjung Duren Jakbar

Septiana Ledysia - detikNews
Jakarta - Puluhan pelajar dari berbagai sekolah di Tanjung Duren melakukan tindakan yang tidak patut usai melaksanakan ujian nasional. Puluhan pelajar ini membajak bus Mayasari Bakti di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, untuk tawuran.

"Tadi kejadian pukul 17.00 WIB, mereka dari sekolah yang berbeda-beda. Mereka bajak bus untuk tawuran," kata Kanit Reskrim Polsek Tanjung Duren, AKP Budi Setiadi, pada detikcom, Kamis (18/4/2013).

Sedikitnya 53 pelajar dan 2 orang dibawa ke Mapolsek Tanjung Duren. Para pelajar tersebut berasal dari SMK 35 Jakarta sebanyak 37 orang, 1 orang dari SMP Al Mutaqin, 1 orang dari SMP Al Jihad, 1 orang dari SMU Harapan Kasih, 1 orang dari SMK PSKD, 3 orang dari SMK Tanjung, 1 orang dari SMP 54 Jakarta, 1 orang dari SMK AA, 1 orang dari SMK Muhammadiyah, 2 orang dari SMU 17 Jakarta, dan 1 orang dari SMK Borobudur.

"2 orang bukan pelajar, jadi jumlahnya 53 orang," ujar Budi.

Para pelajar ini diduga kuat hendak tawuran berdasarkan temuan polisi dari tas ransel sejumlah pelajar. Sedikitnya 13 senjata tajam berbagai jenis dan ukuran disita dari para pelajar tersebut.

"Tidak ada yang mengaku itu sajam (senjata tajam) siapa. Saat ini mereka masih di Mapolsek Tanjung Duren untuk diperiksa," tutup Budi.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(vid/fjp)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%