detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 11:30 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 18/04/2013 21:40 WIB

Usai UN, 53 Pelajar Bajak Bus di Tanjung Duren Jakbar

Septiana Ledysia - detikNews
Jakarta - Puluhan pelajar dari berbagai sekolah di Tanjung Duren melakukan tindakan yang tidak patut usai melaksanakan ujian nasional. Puluhan pelajar ini membajak bus Mayasari Bakti di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, untuk tawuran.

"Tadi kejadian pukul 17.00 WIB, mereka dari sekolah yang berbeda-beda. Mereka bajak bus untuk tawuran," kata Kanit Reskrim Polsek Tanjung Duren, AKP Budi Setiadi, pada detikcom, Kamis (18/4/2013).

Sedikitnya 53 pelajar dan 2 orang dibawa ke Mapolsek Tanjung Duren. Para pelajar tersebut berasal dari SMK 35 Jakarta sebanyak 37 orang, 1 orang dari SMP Al Mutaqin, 1 orang dari SMP Al Jihad, 1 orang dari SMU Harapan Kasih, 1 orang dari SMK PSKD, 3 orang dari SMK Tanjung, 1 orang dari SMP 54 Jakarta, 1 orang dari SMK AA, 1 orang dari SMK Muhammadiyah, 2 orang dari SMU 17 Jakarta, dan 1 orang dari SMK Borobudur.

"2 orang bukan pelajar, jadi jumlahnya 53 orang," ujar Budi.

Para pelajar ini diduga kuat hendak tawuran berdasarkan temuan polisi dari tas ransel sejumlah pelajar. Sedikitnya 13 senjata tajam berbagai jenis dan ukuran disita dari para pelajar tersebut.

"Tidak ada yang mengaku itu sajam (senjata tajam) siapa. Saat ini mereka masih di Mapolsek Tanjung Duren untuk diperiksa," tutup Budi.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(vid/fjp)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%