detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 07:32 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 18/04/2013 17:55 WIB

Soal Caleg Eks Napi, Nasdem: Yang Penting Tak Jadi Napi Setelah di DPR

M Iqbal - detikNews
Jakarta - KPU memberi kesempatan bagi mantan narapidana untuk menjadi calon anggota legislatif dalam Pemilu 2014. Sekjen Partai Nasdem Patrice Rio Capella, menyatakan tak masalah selama diatur Undang-undang, yang penting tidak menjadi narapidana setelah jadi anggota dewan.

"Pertama kita lihat kasusnya, kalau Undang-undang membolehkan narapidana yang diancam 5 tahun dan telah menjalani masa pidananya maka kita tidak boleh menutup hak orang," kata Patrice Rio Capella saat berbincang, Kamis (18/4/2013).

Menurutnya, berbeda jika Undang-undang melarang tetapi parpol tetap mengajukan calon anggota legislatif yang bekas mantan narapidana. "Daripada jadi anggota DPR kemudian menjadi napi, kan ini yang tidak boleh. Jadi yang penting jangan jadi napi setelah di DPR" ungkapnya.

Sementara terkait standar etik, Rio menuturkan Undang-undang pun sudah mempertimbangkan hal itu sehingga menjadi aturan yang disahkan.

"Itu yang menjadi patokan kita, artinya Undang-undang pun tidak melarang," kata Rio.

Apakah ada caleg Nasdem yang mantan narapidana?

"Saya belum cek, yang pasti seluruh caleg Nasdem lolos persyaratan Undang-undang," jawabnya.

Sebagaimana diketahui, dalam Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2013 tentang pencalegan yang telah diubah menjadi Peraturan KPU Nomor 13 Tahun 2013, mantan narapidana bisa mencalonkan diri menjadi calon anggota legislatif.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(bal/van)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close