Detik.com News
Detik.com
Kamis, 18/04/2013 12:18 WIB

Hari ke-185 Jokowi

UN SMA Selesai, Jokowi: Coret-Coret Bukan Budaya Kita

Ray Jordan - detikNews
 UN SMA Selesai, Jokowi: Coret-Coret Bukan Budaya Kita
Jakarta - Ujian Nasional (UN) Sekolah Menengah Atas (SMA) dan setingkatnya telah usai. Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), berpesan para siswa tidak merayakannya dengan aksi coret-coret seragam maupun berkonvoi di jalanan.

"Cara coret-coret itu bukan budaya kita. Saya kira tidak perlu diteruskan cara yang seperti itu," ujar Jokowi saat meninjau taman di Balaikota DKI, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (18/4/2013).

Jokowi mengatakan para siswa sebaiknya melakukan kegiatan yang positif. "Yang penting ada kegiatan yang positif, menarik, sehingga ruang kreatif untuk ke arah positif pun disiapkan," kata dia.

Menurut dia, Pemprov DKI Jakarta siap untuk menyediakan ruang kreatif bagi para siswa tersebut.

Eks Wali Kota Solo ini rencananya akan mengumpulkan para siswa SMA 6 dan SMA 70 di GOR Bulungan, Jakarta Selatan untuk diberikan pengarahan setelah UN pada siang nanti.

"Nanti kita ke sekolah. Nanti akan kita sampaikan ke murid-murid. Yang penting ada kegiatan yang positf," jelas Jokowi.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(jor/aan)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%