Kamis, 18/04/2013 11:25 WIB

Isu Usulan Gaji PNS MA Golongan I/a Rp 6 Juta Sudah Lama Beredar

Rini Friastuti - detikNews
Tabel Remunerasi PNS MA (ist.)
Jakarta - Beredarnya tabel gaji PNS di lingkungan Mahkamah Agung (MA) hingga Rp 6 juta untuk golongan I/a dianggap angin lalu. Karyawan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) tidak terlalu mempercayai selebaran itu.

"Ah, itu sudah lama. Agustus tahun lalu juga ada informasi itu tapi nggak terbukti. Sekarang katanya tahun ini akan terealisasi," kata staf bagian kepegawaian PN Jakpus, Mira, kepada wartawan di ruang kerjanya, Jalan Gadjah Mada, Jakarta, Kamis (18/4/2013).

Menurut Mira, di PN Jakpus sudah tidak ada PNS golongan I. Paling bawah di PN Jakpus yaitu golongan II/a yang bekerja lavel staf di berbagai bagian. Selain PNS, PN Japus juga mempunyai karyawan honorer dan outsourcing.

"Itu bohong. Saya nggak percaya, saya sudah sering mendengar," ujar Mira.

Dalam tabel selebaran yang diterima detikcom, disebutkan PNS golongan I/a Rp 3,6 juta dan golongan I/e Rp 4,6 juta. Jumlah nominal tunjangan dalam bentuk remunerasi ini berbeda menurut kelas pengadilan.

Untuk PNS yang bekerja di MA, golongan I/a diusulkan mendapat gaji Rp 6 juta dan golongan I/d sebesar Rp 6,7 juta. Di posisi puncak tertinggi penghasilannya diusulkan diterima oleh Sekretaris MA sebesar Rp 46,9 juta. Di bawahnya Dirjen/Kepala Badan/Eselon IA sebesar Rp 41,5 juta. Urutan ketiga diduduki Panitera Muda Perkara/Eselon II sebesar Rp 33 juta.

Adapun pengadilan kelas IA Khusus, golongan II/a diusulkan mendapat gaji Rp 6 juta. Masuk dalam kelas pengadilan ini seperti PN Jakpus atau PN Jakarta Selatan.

"Kalaupun benar, ya Alhamdulillah. Tapi saya saja yang golongan III/a gaji pokok cuma Rp 2 jutaan loh," ujar Mira.

Atas beredarnya tabel di atas, Kepala Biro Hukum dan Humas MA Ridwan Mansyur tidak bisa memastikan kebenarannya. Namun dia membenarkan jika saat ini MA tengah mengusulkan kenaikan remunerasi pegawai.

"Persisnya saya nggak bawa datanya. Tapi memang sedang diusulkan remunerasi pegawai non hakim," ujar Ridwan.

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(asp/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
41%
Kontra
59%