Rabu, 17/04/2013 19:21 WIB

Kapal Tenggelam di Sungai Mahakam, 1 Orang Tewas dan Puluhan Hilang

Robert - detikNews
(Ilustrasi-Sungai Mahakam/detikTravel)
Samarinda - Kapal yang mengangkut puluhan karyawan pekerja perusahaan kayu PT Kalimur, tenggelam di perairan Sungai Mahakam, Loa Janan, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Rabu (17/4/2013). Satu dari 13 orang ditemukan, puluhan orang masih dicari.

Keterangan dihimpun detikcom, KM Karya Indah yang mengangkut puluhan karyawan itu berangkat dari dermaga PT Kalamur di kawasan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang, menuju dermaga di kawasan Loa Janan, sekitar pukul 18.00 WITA. Saat berada di tengah sungai, kapal diduga mengalami kebocoran dan akhirnya tenggelam.

"Pencarian yang dilakukan masyarakat beserta tim SAR, juga dari pekerja kapal yang berada di sekitar, berhasil menemukan 13 orang karyawan. Satu di antaranya meninggal dunia atas nama Nurhayati," kata Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kaltim, Muryono, kepada wartawan di RS Trauma Centre, Loa Janan, Samarinda, Rabu (17/4/2013) malam.

Muryono mengatakan, belasan orang yang berhasil dievakuasi, termasuk jenazah Nurhayati, dibawa ke RS Trauma Centre serta RS Abdul Moeis, di Jl AM Rifaddin, Samarinda Seberang.

"Korban ada yang di sini (RS Trauma Centre) dan di RS Abdul Moeis," ujar Muryono.

Keterangan yang diperoleh dari PT Kalamur, saat menyeberang, kapal membawan sekitar 40-an orang penumpang yang sebagian besar merupakan pekerja perusahaan.

"13 Orang korban itu termasuk dari 40-an orang penumpang. Kami terus berkomunikasi dengan pihak PT Kalamur untuk informasi lebih lanjut," tambahnya.

Di lokasi, tim SAR gabungan antara lain dari BPBD, Basarnas, Polda Kaltim serta warga masyarakat di sekitar lokasi kejadian hingga saat ini masih melakukan pencarian di lokasi. Meski minim pencahayaan, tidak mengurangi upaya keras petugas SAR untuk melakukan pencarian.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(try/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
0%
Kontra
100%