detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 20:16 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 17/04/2013 14:08 WIB

Bukti di Persidangan, Kejari Tarakan Minta BNN Tidak Musnahkan 1 Kg Sabu

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jakarta - BNN beberapa waktu yang lalu melakukan penyitaan 6 Kg sabu dari operasi di Tarakan, Kalimantan Timur. Sekitar 5 Kg sabu tersebut dimusnahkan sedangkan sisanya digunakan oleh Kejari Tarakan untuk pembuktian di persidangan.

"Total barang bukti yang disita sebanyak 6.067,6 gram sabu dan 0,4 heroin, tapi yang dimusnahkan 4.926,6 gram sabu dan menyisihkan 1.141 gram sabu serta 0,4 heroin digunakan untuk pembuktian perkara, dan kepentingan laboratorium," ujar Kabag Humas Sumirat Dwiyanto usai pemusnahan barang bukti di halaman parkir BNN, Rabu (16/4/2013).

Sumirat mengatakan 1.141 gram sabu yang disisihkan itu untuk pembuktian Kejaksaan Negeri Tarakan. "Barang bukti yang disisihkan merupakan hasil penyeludupan oleh tersangka TS (26) asal Nunukan, yang diketahui barang tersebut berasal dari Malaysia," kata Sumirat.

Pemusnahaan barang bukti kali memang tidak seperti pemusnahan yang dilakukan sebelumnya. Biasanya barang bukti yang disisihkan tidak lebih dari 10 gram untuk kepentingan barang bukti dan laboratorium.

Kabarnya, permintaan Kajari Tarakan yang meminta 1.141 gram sabu milik TS tersebut sempat dipertanyakan petugas BNN, Namun mereka beralasan protap berbeda dengan Kajari lainya yang ada di Indonesia.

"Seharusnya barang bukti tersebut di musnahkan semua, tapi kali ini Kajari Tarakan meminta semua. Padahal sabu tersebut berkualitas satu dimana 1 kg-nya bernilai Rp 2 miliar. Alasan mereka protap di Kejaksaan Negeri Tarakan seluruh barang bukti harus di munculkan dalam persidangan," ujar seorang penyidik.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(edo/fjp)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
91%
Kontra
9%