detikcom
Rabu, 17/04/2013 14:08 WIB

Bukti di Persidangan, Kejari Tarakan Minta BNN Tidak Musnahkan 1 Kg Sabu

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jakarta - BNN beberapa waktu yang lalu melakukan penyitaan 6 Kg sabu dari operasi di Tarakan, Kalimantan Timur. Sekitar 5 Kg sabu tersebut dimusnahkan sedangkan sisanya digunakan oleh Kejari Tarakan untuk pembuktian di persidangan.

"Total barang bukti yang disita sebanyak 6.067,6 gram sabu dan 0,4 heroin, tapi yang dimusnahkan 4.926,6 gram sabu dan menyisihkan 1.141 gram sabu serta 0,4 heroin digunakan untuk pembuktian perkara, dan kepentingan laboratorium," ujar Kabag Humas Sumirat Dwiyanto usai pemusnahan barang bukti di halaman parkir BNN, Rabu (16/4/2013).

Sumirat mengatakan 1.141 gram sabu yang disisihkan itu untuk pembuktian Kejaksaan Negeri Tarakan. "Barang bukti yang disisihkan merupakan hasil penyeludupan oleh tersangka TS (26) asal Nunukan, yang diketahui barang tersebut berasal dari Malaysia," kata Sumirat.

Pemusnahaan barang bukti kali memang tidak seperti pemusnahan yang dilakukan sebelumnya. Biasanya barang bukti yang disisihkan tidak lebih dari 10 gram untuk kepentingan barang bukti dan laboratorium.

Kabarnya, permintaan Kajari Tarakan yang meminta 1.141 gram sabu milik TS tersebut sempat dipertanyakan petugas BNN, Namun mereka beralasan protap berbeda dengan Kajari lainya yang ada di Indonesia.

"Seharusnya barang bukti tersebut di musnahkan semua, tapi kali ini Kajari Tarakan meminta semua. Padahal sabu tersebut berkualitas satu dimana 1 kg-nya bernilai Rp 2 miliar. Alasan mereka protap di Kejaksaan Negeri Tarakan seluruh barang bukti harus di munculkan dalam persidangan," ujar seorang penyidik.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(edo/fjp)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
70%
Kontra
30%