Rabu, 17/04/2013 11:45 WIB

Siswi SMK di Sleman Dibakar, Polisi Duga Pelaku 'Teman Dekat' Korban

Bagus Kurniawan - detikNews
Sleman - Polisi mencurigai pelaku pembunuhan, Priya Puspita Restanti (17), siswi SMK YPKK, adalah teman dekatnya. Motifnya bukan perampasan atau perampokan, tapi alasan lain.

"Motor beserta surat-surat dan kunci masih ada. Hanya pelat nomor yang dilepas, ditemukan di dekat jembatan Grinjing, Purwomartani. Motor ditemukan sekitar 4 km dari lokasi penemuan mayat," kata Kapolsek Kalasan, Kompol Suparjo, di kantornya, Jl Solo, Kalasan, Sleman, Rabu (17/4/2013).

Menurut dia, identitas korban dapat diketahui setelah polisi berkoordinasi dengan Polsek Ngemplak. Orangtua korban, Setyo Hidayat Irianto warga Dusun Medelen RT 2/RW 30, Desa Umbulmartani, Ngemplak melaporkan hilangnya Priya Puspita Restanti di Polsek Ngemplak.

"Orangtuanya mengenali jasad korban dari sisa pakaian yang masih menempel," katanya.

Saat ini, lanjut Suparjo, petugas masih melakukan penyelidikan terutama berkaitan hilangnya korban sejak hari Selasa (9/4/2013) sore atau seminggu lalu. Pada hari Rabu (10/4/2013) orangtua korban melaporkan hilangnya anak pertama keluarga Setyo Hidayat Irianto itu ke Polsek Ngemplak.

Polisi masih mencari informasi dari beberapa teman korban, termasuk teman dekat maupun keluarga dekat. Di lokasi penemuan mayat yang jauh dari pemukiman warga itu, polisi menempukan handphone, sandal jepit warna hitam, jaket jumper warna hijau, dan jam tangan korban.

"Motifnya bukan ekonomi, ada motif lain dari kasus ini. Sebab harta korban masih utuh tidak hilang. Petugas dari Polres Sleman masih menyelidikinya," kata Suparjo.

Pada saat ditemukan pada hari Selasa (16/4/2013) sore, korban tewas dengan kondisi tubuh dibakar. Korban ditemukan warga di bawah rumpun bambu dekat jembatan Dusun Surokerten, Desa Selomartani, Kecamatan Kalasan. Saat ditemukan kondisi tubuh korban sudah tidak utuh. Beberapa tubuh korban terbakar dan hanya tersisa bagian tangan kiri, kaki kanan dan bagian dada.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(bgs/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
75%
Kontra
25%