Rabu, 17/04/2013 11:37 WIB

Perempuan Paruh Baya di Bengkulu Dilaporkan 'Perkosa' 6 ABG

Triono Wahyu Sudibyo - detikNews
Jakarta - Perempuan paruh baya di Bengkulu ditangkap polisi. Ia dilaporkan berbuat tak senonoh dengan sejumlah remaja lelaki. Kejiwaan pelaku kini diperiksa.

Pelaku berusia 42 tahun, sedangkan korban rata-rata berusia 14-15 tahun. Perbuatan cabul dilakukan setahun terakhir, tapi baru terungkap belakangan ini setelah ada yang melapor.

"Sementara korbannya 6 anak. Ya bisa saja ada korban lainnya," kata Kapolres Bengkulu AKBP Joko Suprayitno ketika dikonfirmasi detikcom, Rabu (17/4/2013).

Korban tak hanya tetangga, tapi juga anak-anak yang tinggal jauh dari pelaku. Namun dipastikan para korban saling kenal karena sering bermain bersama.

"Ibu ini (pelaku) mengakui. Tapi ia bilang, dasarnya suka sama suka. Masih kita dalami lagi kasusnya," kata Joko.

Polisi melibatkan psikolog untuk memeriksa pelaku dan korban. Hingga kini, pemeriksaan masih berlangsung. Jika terbukti, pelaku akan dijerat UU Perlindungan Anak.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(try/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%