detikcom
Selasa, 16/04/2013 12:44 WIB

Bom Boston

Ini Gambaran Situasi Ledakan Bom di Maraton Boston

Mega Putra Ratya - detikNews
Halaman 1 dari 2
Foto: nytimes.com
Boston, - Tiga tewas dan lebih dari 100 orang mengalami luka-luka akibat ledakan bom saat event Boston Marathon, Massachusetts, Amerika Serikat (AS). Hingga saat ini belum diketahui siapa yang bertanggung jawab dan apa motif peledakan bom tersebut.

Selasa (16/4/2013), nytimes.com menggambarkan sebuah ilustrasi peristiwa meledaknya bom tersebut. Ilustrasi tersebut memperlihatkan titik bom meledak, posisi para pelari dan gedung-gedung yang berada di sekitarnya.

Keterangan pertama, mengilustrasikan ledakan pertama terjadi sekitar pukul 14.50 waktu setempat di sisi utara dari Boylston Street. Tepatnya sebelum garis finish.

Keterangan kedua, mengilustrasikan ledakan kedua terjadi sekitar 10 detik setelah ledakan yang pertama.

Keterangan ketiga, mengilustrasikan lokasi antara ledakan pertama dan kedua berjarak sekitar 550 feet atau 167,64 meter.

Keterangan keempat, Hotel Mandarin dan Hotel Lenox dievakuasi karena dilaporkan menerima paket mencurigakan.

Dua ledakan terjadi di dekat garis akhir (finish) event maraton Boston Marathon, yang berjarak 50-100 meter dari para pelari, pada Senin (14/4) sore waktu setempat. Dilaporkan 3 orang tewas, termasuk seorang anak berusia 8 tahun, dan lebih dari 100 orang lainnya luka-luka akibat ledakan ini.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mpr/mad)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
46%
Kontra
54%