Senin, 15/04/2013 18:24 WIB

Polisi Selidiki Kepemilikan Pistol FN Perampok Nasabah Bank

Tamam Mubarrok - detikNews
Mojokerto - Polresta Mojokerto menyelidiki asal muasal kepemilikan sepucuk pistol FN yang digunakan tiga kawanan perampok nasabah bank. Sebab senjata tersebut merupakan standar yang digunakan TNI dan Polri.

Kapolresta Mojokerto AKBP Iwan Kurniawan mengatakan, saat ketiga pelaku diamankan pada magazine pistol tersebut tinggal 4 butir peluru. Pihaknya menduga peluru tersebut telah digunakan saat beraksi di beberapa lokasi.

"Saat para pelaku ditangkap, peluru hanya tinggal 4 butir pada pistol tersebut," katanya kepada detiksurabaya.com saat gelar perkara di Mapolresta Mojokerto, Senin (15/4/2013).

Sebelumnya polisi tak mengetahui apa jenis pistol tersebut. Setelah diringkus ternyata pistol itu jenis Five-seveN atau FN pabrikan Belgia. Senjata api itu merupakan standar yang digunakan TNI dan Polri.

Saat disinggung mengenai adakah keterlibatan anggota Polri dan TNI pada komplotan spesialis perampok ini, Iwan belum memastikan sepenuhnya. Pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Jika ada keterlibatan anggota Polri maka akan berkoordinasi dengan Propam. Sementara jika anggota TNI, Polisi Militer akan dilibatkan. "Masih kita lakukan penyelidikan dari mana mereka mendapatkan senjata ini," pungkansya.

Sebelumnya tiga pelaku perampokan nasabah bank di beberapa wilayah di Jawa Timur, ditembak Tim Resmob Polresta Mojokerto berkat kamera CCTV. Dari serangkaian aksinya, ketiga pelaku berhasil membawa kabur uang Rp 850 juta.



Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(bdh/bdh)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
73%
Kontra
27%