Detik.com News
Detik.com

Senin, 15/04/2013 17:26 WIB

PT Pos Arahkan Perangko Menjadi Barang Koleksi

Mulya Nurbilkis - detikNews
PT Pos Arahkan Perangko Menjadi Barang Koleksi
Jakarta - PT Pos Indonesia akan mengarahkan perangko menjadi barang koleksi. Meski demikian fungsinya sebagai biaya kirim tidak akan hilang.

"Fungsi perangko memang sudah diarahkan untuk filateli, menjadi koleksi saja. Untuk mengirim boleh tapi diarahkan untuk koleksi," kata Kepala Area Jasa Keuangan IV Jakarta PT Pos Indonesia, Aan Anwar, usai bertemu dengan Gubernur Jokowi di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (15/4/2013).

Hingga kini PT Pos masih melayani pengiriman surat menggunakan perangko. "Itu kewajiban dari pemerintah, tidak akan bisa hilang. Tarifnya kan ditentukan pemerintah, Rp 1.500 se-Indonesia," katanya.

Aan mengatakan pengiriman surat menggunakan perangko tidak tercatat sehingga prosesnya normal. Surat akan diambil, semuanya disortir dan dari situ baru dikirim ke alamat yang dituju. Hal ini berbeda dengan kilat khusus atau ekspres yang tercatat.

"Karena manual jadi tidak ada jejak lacaknya, tidak ada tandanya jadi tidak ada barang kembali karena kondisi surat tak terlacak," katanya.

Mengenai proses pertanggungjawabannya, Aan mengatakan untuk surat-surat yang menggunakan perangko tidak ada aturan ganti rugi untuk PT Pos. "Karena itu tidak teregister ke kita. Kita tidak tahu pengirim benar atau tidak. 'Saya ngirim dan hilang', kalau kita tanya 'buktinya mana?' Kan tidak ada. Itu sama-sama putus," bebernya.

Untuk menjamin surat yang dikirim bisa sampai ke tujuan, Aan menyarankan agar mencantumkan nomor telepon dan alamat yang jelas.

"Bisa mencantumkan nomor telepon, nama dan alamat sampai kode pos jelas. Itu untuk pengirim dan penerima. Itu akan memudahkan pelacakan banget," katanya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nal/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

'Bersihkan' Gelar Palsu, Periksa Semua Ijazah Anggota DPR!

Anggota DPR Fraksi Hanura Frans Agung Mula Putra dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) terkait dugaan gelar doktor palsu. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah bersikap tegas meminta ijazah semua anggota DPR diperiksa. Bila Anda setuju dengan usulan Fahri Hamzah, pilih Pro!
Pro
96%
Kontra
4%