detikcom
Senin, 15/04/2013 16:57 WIB

BNN Ungkap Penyelundupan 5 Kg Sabu dari Malaysia

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap kawanan penyelundup sabu asal Malaysia dengan berat bruto 5.165,3 gram. Enam orang kurir yang ditangkap, mengaku daerah operasinya adalah kota-kota besar di Kalimantan dan Sulawesi.

Enam tersangka berinisial TS, JM, RA, SA, AR, dan SM. Mereka ditangkap pada akhir Maret lalu di Nunukan dan Tarakan, Kalimantan Timur, yang merupakan daerah perbatasan dengan Malaysia. Barang buktinya berupa dua buah ATM, sebuah buku tabungan, sebuah paspor, dua paket sabu.

"Hasil pengungkapan kali ini diawali dengan berbagai informasi masyarakat melihat banyaknya SMS yang masuk kami," ujar Deputi Pemberantasan Irjenpol Benny Mamoto dalam konfrensi pers di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Senin (15/4/2013).

Hasil penyelidikan menunjukkan sabu berasal dari Tawau, Malaysia. Rute penyebarannya meliputi Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan. Selain itu juga berasal dari Aceh dan Batam.
Seluruh tersangka diancam dengan pasal berlapis dari UU 35/2009 tentang narkotika. Ancaman hukuman seumur hidup maksimal pidana hukuiman mati dengan denda 10 miliar.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(edo/lh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%