detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 13:56 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 15/04/2013 16:57 WIB

BNN Ungkap Penyelundupan 5 Kg Sabu dari Malaysia

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap kawanan penyelundup sabu asal Malaysia dengan berat bruto 5.165,3 gram. Enam orang kurir yang ditangkap, mengaku daerah operasinya adalah kota-kota besar di Kalimantan dan Sulawesi.

Enam tersangka berinisial TS, JM, RA, SA, AR, dan SM. Mereka ditangkap pada akhir Maret lalu di Nunukan dan Tarakan, Kalimantan Timur, yang merupakan daerah perbatasan dengan Malaysia. Barang buktinya berupa dua buah ATM, sebuah buku tabungan, sebuah paspor, dua paket sabu.

"Hasil pengungkapan kali ini diawali dengan berbagai informasi masyarakat melihat banyaknya SMS yang masuk kami," ujar Deputi Pemberantasan Irjenpol Benny Mamoto dalam konfrensi pers di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Senin (15/4/2013).

Hasil penyelidikan menunjukkan sabu berasal dari Tawau, Malaysia. Rute penyebarannya meliputi Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan. Selain itu juga berasal dari Aceh dan Batam.
Seluruh tersangka diancam dengan pasal berlapis dari UU 35/2009 tentang narkotika. Ancaman hukuman seumur hidup maksimal pidana hukuiman mati dengan denda 10 miliar.

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(edo/lh)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%