detikcom
Senin, 15/04/2013 16:31 WIB

Kepergok Tante Berbuat Mesum dengan Pacar, Gadis Cantik Kabur dari Rumah

Prins David Saut - detikNews
Jakarta - Retno Fitri (20) tengah dicari keluarganya. Gadis manis berambut sebahu ini kabur dari rumahnya setelah diusir tantenya Nensi. Retno diusir karena dipergoki sang tante bercumbu dengan pacarnya Dede di rumah mereka di Tanjung Priok, Jakut.

"Kakak saya mengusir karena melihat anak saya dan pacarnya Dede bercumbu," jelas orang tua Retno, Winahyu Aprilianti (47) saat ditemui di Polsek Tanjung Priok, Jakut, Senin (15/4/2013).

Kedua sejoli itu dipergoki bercumbu mesra di ruang tamu. Sang tante yang melihat perbuatan itu marah dan langsung mengusir keduanya keluar rumah.

Sedang Winahyu yang bekerja sebagai staf marketing di sebuah perusahaan di Lebak Bulus, Jaksel ini tengah berolahraga di Ancol. Winahyu merupakan orang tua tunggal.

"Anak saya pergi nggak ada kabar. Nggak bawa dompet dan KTP, hanya bawa HP. Tapi dihubungi nggak aktif. Sudah lapor ke Polsek dan nomor telepon anak saya dihubungi, ada yang angkat suara laki-laki. Saya langsung ngenes, nasib anak saya bagaimana," jelasnya.

Retno bertinggi 159 Cm. Dia juga merupakan seorang penari yang kerap pentas di televisi. "Saya sudah hubungi teman-temannya nggak ada yang kenal Dede. Jadi pacar barunya itu baru 3 kali datang ke rumah, itu juga nggak pernah turun dari motornya dan selalu pakai helm," tuturnya.

"Saya takut dia terjebak di jalanan dan narkoba," lirih Winahyu.

Kini dia amat berharap banyak kepada pihak kepolisian yang bisa menyelamatkan putri keduanya itu.




Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(vid/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 02/10/2014 14:12 WIB
    Ridwan Hasan Saputra: Matematika Sulit, Itu Fitnah
    Gb Pekan lalu, media sosial dihebohkan menyusul kabar tentang tugas matematika seorang siswa sekolah dasar bernama Habibi, yang mendapat nilai merah dari gurunya. Habibi disalahkan sang guru karena menuliskan bahwa 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 = 4x6, bukan 6x4.
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
59%
Kontra
41%