Senin, 15/04/2013 15:38 WIB

Politisi PAN Andi Anzhar Diperiksa KPK Terkait Penyuapan kepada Wa Ode

Rina Atriana - detikNews
Andi Anzhar ketika bersaksi untuk Wa Ode di persidangan
Jakarta - KPK memeriksa politikus PAN, Andi Anzhar Cakra Wijaya, terkait kasus pengurusan anggaran Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID). Usai pemeriksaan, Anggota Komisi III DPR ini mengatakan dia dicecar penyidik mengenai pemberian suap pada Wa Ode oleh Haris dan Fahd.

"Wa Ode fraksi kami, kami juga telah memeriksa Wa Ode. Jadi pemeriksaan hari ini terkait saudara Fahd dan Haris sebagai penyuapnya," kata Andi di KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (15/4/2013).

Menurut anggota komisi III DPR itu, dia tak kenal dengan Haris Surahman sebelum kasus ini bergulir. Serta tak pernah sekalipun mengadakan pertemuan secara dengan Haris.

"Kenal pas kasus ini saja. Tidak ada, sama sekali (pertemuan dengan Haris).

Andi diperiksa KPK sekitar 5 jam. Mengenakan batik cokelat, Andi mengahadapi pertanyaan wartawan sambil berjalan menuju mobilnya yang telah menunggu di pinggir jalan raya.

Andi hari ini diperiksa KPK sebagai saksi untuk Haris Andi Surahman, pengusaha yang menjadi tersangka pemberian suap untuk mantan anggota DPR Wa Ode Nurhayati. Berkas Andi masih berada dalam penyidikan. Sedangkan Wa Ode telah divonis bersalah oleh pengadilan negeri Tipikor.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(rna/fjp)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%