detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 13:58 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 15/04/2013 14:51 WIB

Ini Alasan Pergantian Bendahara Umum PD

Ahmad Toriq - detikNews
Sartono Hutomo dan Anas
Jakarta - Partai Demokrat (PD) akan segera mengganti Bendahara Umumnya. Sartono Hutomo yang belum lama duduk di kursi bendum menggantikan Nazaruddin akan digantikan oleh Handoyo Mulyadi. Apa alasan tim formatur PD mengganti bendum di era kepengurusan SBY?

"Sartono itu kan memang sementara saja, pengganti Nazaruddin," kata anggota Tim Formatur PD, Max Sopacua, saat berbincang, Senin (15/4/2013).

Max mengatakan, sejak awal ditunjuk sebagai bendum, Sartono memang diproyeksikan memegang jabatan itu untuk sementara, hanya untuk menggantikan Nazaruddin. Menurut Max, selama ini PD memang mencari bendum untuk menggantikan Sartono.

"Handoyo ini nanti tetap hingga 2015," ujarnya.

Mengenai kepastian struktur kepengurusan PD, Max mengatakan akan diumumkan hari Rabu (17/4) atau Kamis (18/4) nanti.

"Mungkin nanti Pak SBY sendiri yang akan mengumumkan," tuturnya.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(trq/van)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%