detikcom
Senin, 15/04/2013 12:53 WIB

Polisi Tangkap 158 Anggota Laskar Merah Putih

Septiana Ledysia - detikNews
Jakarta - Polres Jakarta Barat kembali menggelar operasi penertiban di wilayahnya. Sebanyak 158 orang anggota ormas Laskar Merah Putih yang mencoba menghalangai proses eksekusi sita lahan di Tanjung Duren, ditangkap dan dibawa ke Mapolres Jakbar.

Penangkapan terjadi sekitar pukul 11.00 WIB, Senin (15/4/2013). Ketika itu massa dari Laskar Merah Putih menghalang-halangi petugas PN Jakbar untuk mengeksekusi sebuah bangunan di Jl Tanjung Duren raya, Jakarta Barat.

"Kita kembali amankan perilaku premanisme. Sebanyak 158 orang dari laskar merah putih diamankan dan sudah dibawa ke Polres," ujar Kasat Reskrim Polres Jakbar, AKBP Hengki Haryadi kepada wartawan di lokasi, Senin (15/4/2013)
"Mereka halangi kami eksekusi tanah kosong milik H Nanang, di sini nanti mau dibangun rumah tinggal" ujar juri sita PN Jakbar, Suherman yang juga ditemui di lokasi eksekusi.
Wakapolres Jakbar AKBP Widodo juga mengatakan, para kawanan preman ini ditangkap karena melawan petugas dengan menghalang-halangi petugas untuk mengeksekusi. Para kawanan ini melanggar pasal 214 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

"Untuk senjata tajam mereka tidak ada. Mereka ditahan karena lakukan perlawanan," imbuhnya.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(spt/lh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
27%
Kontra
73%