detikcom

Senin, 15/04/2013 12:27 WIB

Ini Pengalaman Siswi SMU Kerjakan UN di Hari Pertama, Bagaimana Anda?

Indra Subagja - detikNews
Jakarta - Mezia Viranti (17), siswa kelas 3 SMA 5 Tambun Selatan berbagi pengalaman di hari pertama ujian nasional. Mendebarkan, deg-degan, sejuta rasa ada di dada. Bahasa Indonesia dikerjakan Mezia dalam waktu 100 menit.

"Tadi UN-nya Bahasa Indonesia, waktunya 120 menit. Dikerjakan 100 menit. Soalnya 30 persen yang dulu-dulu, jadi lumayan lancar," terang Mezia saat berbincang dengan detikcom, Senin (15/4/2013).

Pelaksanaan UN di sekolahnya agak telat 5 menit. Sembari memegang pensil 2 B, semua murid menanti dengan harap-harap cemas. Setelah soal dibagikan, nah kendala mulai muncul.

"Lembar Jawab Komputer (LJK) terlalu tipis, buram, dan cepat rusak ketika dihapus. Dalam keadaan menghitamkan jawaban pun, kertasnya sudah terkoyak dan mau robek. Padahal ngerjainnya sudah diatas papan ujian," cerita Mezia.

Kertas yang tipis itu bikin deg-degan, dihapus sedikit saja langsung rusak. "Jadi gimana nanti kalau di-scanning? Jadi makin takut, bikin nervous," imbuhnya.

Tadinya, dia hanya berpikir soal lembar jawaban komputer (LJK) bukan biang persoalan, tapi pensil dan penghapus miliknya yang jelek. Kecurigaan ini muncul karena saat digelar latihan dan simulasi dahulu, lembar jawaban kertasnya bagus dan tebal.

"Eh pas di luar ketemu teman-teman mereka ngaku juga begitu. Kita semua jadi khawatir. Tapi semoga semua bisa lulus," harapnya.

Selasa Bbesok, para siswa SMA akan menghadapi ujian Fisika dan Bahasa Inggris. Semoga tak ada kejadian yang mengganggu.

Bagi Anda siswa/siswi SMA yang melaksanakan UN, pasti juga punya pengalaman yang menarik untuk dibagi. Kisahkan kepada kami lewat e-mail ke redaksi@detik.com, jangan lupa sertakan nomer kontak Anda.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ndr/nrl)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
73%
Kontra
27%