Senin, 15/04/2013 12:22 WIB

Ini Rumah Mertua Gayus yang Berada di Dekat LP Sukamiskin

Baban Gandapurnama - detikNews
Halaman 1 dari 2
Bandung, - Di tengah masa hukuman yang tengah dijalani Gayus Tambunan di LP Sukamiskin Bandung, sang mertua Dayu Permata membeli rumah yang letaknya tidak jauh dari lapas tersebut. Rumah itu berwarna kusam, namun berukuran cukup besar.

Rumah tersebut berada di Jl Pacuan Kuda No 22 A RT 004/RW 003 Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung. Lokasi rumah mentereng ini terletak tak jauh dari Lapas Sukamiskin, hanya 250 meter dari pintu gerbang utama lapas.

Lokasi rumah tersebut berada di ujung gang, masuk sekitar 20 meter dari jalan besar. Rumah ini bergerbang berwarna hijau, dan cat bangunannya berwarna putih kusam.

Sayang, pagar rumah tersebut terkunci rapat sehingga tamu ataupun wartawan tidak bisa masuk sampai ke dalam. Halaman rumah itu sendiri cukup luas.

Rumah tersebut juga tengah direnovasi. Petugas Polisi Polsek Arcamanik Aiptu Komar Ariana menyatakan Dayu Permata belum pernah menghuni rumah tersebut.

"Kalau pemiliknya sekarang di Cianjur. Sejak dibeli, rumah ini belum dihuni. Sekarang cuma ada para pekerja bangunan," kata Komar Senin (15/4/2013). Komar merupakan saksi pengecekan KPK atas Rumah ini pada Kamis pekan lalu.

KPK mengecek rumah tersebut untuk menelusuri rumah Toto Hutagalung, tersangka kasus pemberian suap kepada Hakim Setyabudi Tejocahyono. Ternyata diketahui rumah tersebut sudah dijual oleh Toto ke Dayu pada September 2012.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(bbn/fjp)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
85%
Kontra
15%