detikcom
Senin, 15/04/2013 06:14 WIB

Ini Aturan Kompensasi Bagasi untuk Penumpang Lion Air

Ramdhan Muhaimin - detikNews
Halaman 1 dari 4
Jakarta - Pesawat Lion Air jenis Boeing 737-800 NG gagal mendarat dan jatuh di perairan dekat Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali. Seluruh penumpang dan kru pesawat selamat. Meski demikian, pihak Lion Air tetap berkewajiban memberikan kompensasi kepada para penumpang atas kecelakaan ini.

Kompensasi yang menjadi hak penumpang berupa kerugian fisik baik karena cacat atau luka akibat kecelakaan, kerugian barang di bagasi, dan kerugian barang di kargo. Berapakah kemungkinan besaran kompensasi yang menjadi hak penumpang?

Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No 77 tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara yang diperoleh detikcom, Senin (15/4/2013), hak yang harus diberikan pihak perusahaan penerbangan kepada penumpang apabila terjadi kecelakaan diatur dalam pasal 3, 5 dan 7. Berikut bunyi pasal-pasal tersebut.


Pasal 3

Jumlah ganti kerugian terhadap penumpang yang meninggal dunia, cacat tetap atau luka-Iuka sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a ditetapkan sebagai berikut :

a. penumpang yang meninggal dunia di dalam pesawat udara karena akibat kecelakaan pesawat udara atau kejadian yang semata-mata ada hubungannya dengan pengangkutan udara diberikan ganti kerugian sebesar Rp.1.250.000.000,00 (satu miliar dua ratus lima puluh juta rupiah) per penumpang;

b. penumpang yang meninggal dunia akibat suatu kejadian yang semata-mata ada hubungannya dengan pengangkutan udara pada saat proses meninggalkan ruang tunggu bandar udara menuju pesawat udara atau pada saat proses turun dari pesawat udara menuju ruang kedatangan di bandar udara tujuan dan atau
bandar udara persinggahan (transit) diberikan ganti kerugian sebesar Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) per penumpang;Next

Halaman 1 2 3 4

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(rmd/slm)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%