detikcom

Minggu, 14/04/2013 16:25 WIB

Selisih 8 Suara, KPUD Tetapkan Sarimuda-Nelly Pemenang Pilkada Palembang

Taufik Wijaya - detikNews
Palembang, - KPUD Palembang menetapkan pasangan Sarimuda-Nelly sebagai pemenang Pilkada Palembang. Pasangan ini unggul delapan suara dari pasangan Romi-Harnojoyo.

"Keputusan KPUD Palembang tentang rekapitulasi akhir menetapkan pasangan Sarimuda-Nelly sebagai pasangan terpilih sebagai Walikota dan Wakil Walikota Palembang periode 2013-2018," ujar komisioner KPUD Palembang, Eftiyani kepada wartawan di kantor KPUD Palembang, Kamboja, Palembang, Minggu (14/04/2013).

Setelah ditetapkan, KPUD Palembang memberikan waktu tiga hari kepada pasangan lain buat menyatakan keberatan.

"Tiga hari waktunya, jika ada gugatan akan diputuskan di MK (Mahkamah Konstitusi. Pastinya pelantikan pasangan terpilih sesuai jadwal yakni pada 21 Juli 2013," ujar Eftiyani.

Sebagai informasi, Sarimuda-Nelly unggul delapan suara dari pasangan Romi-Harnojoyo. Dari 800 ribu warga Palembang yang memilih, pasangan Sarimuda-Nelly meraih 316.923 suara, pasangan Romi-Harnojoyo 316.915, sementara pasangan Mularis-Husin meraih 97.810 suara.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(tw/van)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
82%
Kontra
18%