Detik.com News
Detik.com

Minggu, 14/04/2013 14:38 WIB

Sebagian Pengungsi Banjir Demak Mulai Kembali ke Rumah

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Demak - Ketinggian air banjir akibat jebolnya tanggul di Demak mulai surut. Salah satunya di kawasan desa Jleper, Kecamatan Mijen Demak. Sebagian warga yang sempat mengungsi saat ini sudah kembali untuk mencari barang yang masih bisa diselamatkan.

Salah satu warga, Aizatun mengatakan tidak ada barang-barangnya yang lolos dari genangan air. Ia hanya sempat membawa pakaian yang dikenakannya ke pengungsian di Welahan, Jepara sejak banjir melanda hari Rabu (10/4) dinihari lalu.

"Saya baru pulang dari pengungsian hari ini. Tidak ada barang yang selamat, kemarin itu airnya sampai genteng, sekitar dua meter," kata Aizatun sambil membersihkan karpet dengan air banjir di depan rumahnya, Minggu (14/4/2013).

Saat ini ketinggian air di desa Jleper paling tinggi mencapai paha orang dewasa. Meski air belum surut total dan warga masih kesulitan berjalan di genangan air, mereka lebih memilih kembali pulang ke rumah masing-masing dan mulai membersihkan barang-barang yang masih bisa dipakai.

Kebanyakan mereka menjemur kasur, pakaian, furniture, dan perabotan rumah tangga lainnya. Beberapa juga memanfaatkan air untuk membersihkan sepeda motor. Selain warga, petugas BPBD Kabupaten Jepara dan tim SAR ikut membantu warga membersihkan perabotan.

Sementara itu warga lainnya, Suyanto (41) mengatakan baru kali ini peristiwa banjir melanda desanya. "Seumur hidup baru kali ini mas. Kemarin itu bertambah tinggi setiap lima menit," ujarnya.

Kepala BPBD Jawa Tengah, Sarwa Pramana mengatakan data sementara warga yang masih mengungsi sebanyak 12 ribu orang. Meski demikian dimungkinkan angka tersebut akan terus menurun hari ini.

"Angkanya masih bisa menurun," tandasnya.

Sedangkan untuk jalan akses menuju Jepara melewati Welahan yang sempat ditutup saat ini sudah mulai bisa digunakan. Sebelemunya pengguna jalan harus memutar melewati kudus jika ingin ke Jepara dari arah Semarang.

Diketahui banjir diakibatkan oleh jebolnya tanggul yang tidak bisa menampung derasnya air dari bendung Klambu di Grobogan, Rabu (10/4/2013) dini hari lalu. Beberapa daerah yang terkena dampak banjir paling parah adalah Jleper, Pecuk, Ngelo Kulon, Mijen, dan Bengkal. Selain Demak, banjir tersebut juga melanda dua Kabupaten lainnya yaitu Kudus dan Jepara.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(alg/mad)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%