detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 12:32 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Minggu, 14/04/2013 13:18 WIB

Rustri vs PDIP

Mega Jelaskan Alasan Tak Memilih Rustri Jadi Cagub Jateng

Muchus Budi R. - detikNews
Solo, - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri akhirnya angkat bicara soal isu membuang Rustriningsih. Mega menjelaskan alasan dia lebih memilih Ganjar Pranowo ketimbang Rustriningsih menjadi cagub Jateng.

Dalam sambutannya di deklarasi Ganjar-Pranowo menjadi cagub Jateng di Stadion Manahan, Solo, Minggu (14/4/2013), Mega menampik memilih Ganjar-Heru sebagai cagub dan cawagub karena faktor kedekatan. Namun Mega menghendaki orang yang yang memang ingin mengabdikan dirinya ke partai.

Mega juga seolah menampik tudingan Rustriningsih yang menyebut ada cagub yang tidak dikehendaki massa di bawah. Menurut Mega, sebelum memilih Ganjar-Heru, dirinya sudah mendengarkan aspirasi kader dan bertanya langsung ke ke bawah, sejauh mana tokoh tersebut sering turun ke basis dan seperti apa kontribusinya.

"Kondisi lima tahun lalu ketika kita memilh Pak Bibit dan Rustri sudah berbeda sekali dengan sekarang," jelas Mega.

Mega pun ingin menjawab keraguan orang terhadap Ganjar Pranowo. Mega ingin menunjuk kader yang memang loyal kepada partai.

"Jadi kalau ada yang ragu dan menanyakan, saat ini saya katakan bahwa sebagai ketua umum saya tegaskan Pak Bibit (sekarang) datang dari Partai Demokrat. Ini harus diberitahukan, jangan ada yang sembunyi-sembunyi. Pak Bibit itu saya dulu yang bawa lho. Tapi sekarang milik orang. Mau apa reaksinya nanti terserah," lanjut Mega.

Dalam pidato tersbut Megawati juga mengingatkan kepada TNI untuk bersikap netral dalam Pilkada Jateng. Hal tersebut karena dia mengaku sudah menerima laporan bahwa ada calon tertentu yang menggunakan TNI untuk mempengaruhi pilihan warga di Jateng.

"Babinsa jangan mau disuruh-suruh. Anda bagian dari rakyat yang digaji rakyat. Jangan lagi menakut-nakuti rakyat seperti zaman Orba. Ketika saya menjadi Presiden dan ketua umum partai, saya tidak pernah memanfaatkan militer untuk kekuasaan," tegasnya.

Acara tersebut dihadiri para fungsionaris dan sejumlah tokoh PDI Perjuangan. Diantaranya Sekjen Tjahjo Kumolo, Puan Maharani, M Prakoso, Joko Widodo, dan 29 kepala daerah dan wakil kepala daerah di Jateng yang berasal dari PDI Perjuangan. Rustriningsih, yang masih menjadi kader PDI Perjuangan, tidak nampak dalam acara itu meskipun dia diundang.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(van/mad)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%