Minggu, 14/04/2013 11:54 WIB

TKW Ditipu Pacar 'Facebook', Polisi Masih Buru Pelaku

Prins David Saut - detikNews
Jakarta - Polisi masih berupaya mengejar pacar TKW dari Taiwan Desi Susilawati bernama Iwan Adi Nugroho yang tega mencuri uang hasil jerih payah Desi tiga bulan terakhir dan dua handphone. Desi dan Iwan berpacaran di Facebook selama setahun, saat itu Desi masih bekerja di Taiwan.

"Benar laporannya beberapa hari lalu, pelakunya masih kita kejar," kata Kapolsek Matraman Kompol Djoko Santoso pada detikcom, Minggu (14/4/2013).

Santoso mengatakan kendala dalam mengejar pelaku karena korban tidak mengetahui jelas asal dan tempat tinggal Iwan. Polisi pun melakukan segala upaya untuk mendeteksi keberadaan pelaku.

"Korban tidak begitu mengenal pelaku karena kan mereka awalnya dari Facebook," ujar Santoso.

Berdasarkan keterangan korban, pelaku memberikan minuman mineral kemasan yang membuat korban mengantuk di salah satu kamar di Hotel New Idol di Jalan Pramuka, Jakarta Timur, pada tanggal 7 Maret lalu. Saat korban sudah tertidur, pelaku mengambil uang sebesar US$ 1.800 dan dua handphone milik korban.

"Itu kan pasal 363 KUHP tentang pencurian, ancaman hukumannya 5 tahun penjara," tutup Santoso.

Latar belakang Iwan yang tidak begitu diketahui oleh Desi juga tampak dari keterangan Desi. Ia baru pertama kali bertemu Iwan saat menginjakkan kaki di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, sepulang dari Taiwan.

"Katanya dia aslinya orang Solo, tapi bilangnya tinggal di daerah Tebet," ujar Desi tidak yakin.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(vid/mad)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%