Minggu, 14/04/2013 01:20 WIB

Polisi Tangkap Bandar Narkoba di Tanjung Priok

M Iqbal - detikNews
Ilustrasi (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Gabungan satuan polisi dari Polres Jakarta Utara melakukan penggerebekan di Kampung Bahari, Tanjung Priok. Hasilnya, polisi berhasil menangkap seorang bandar narkoba yang sudah lama menjadi target operasi mereka.

"Penggerebekan di RT 8 Kampung Bahari, Tanjung Priok. Satu bandar inisial YS ketangkap," kata Kasat Narkoba Polres Jakut, AKBP Parmo kepada detikcom, Sabtu (13/4/2013).

Menurutnya, bandar tersebut sudah lama diincar polisi untuk kasus narkoba. Saat penggerebekan, polisi sebetulnya menangkap enam orang, namun hanya satu yang terbukti.

"Barang bukti yang berhasil diamankan 10 paket narkoba dan ganja seberat 33 gram," ungkapnya.

Parmo menuturkan, penggerebekan malam ini adalah hasil pengembangan dari tersangka sebelumnya yang sudah ditangkap.

"Alhamdulillah nggak ada yang melawan (saat digerebek)," tutupnya.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(iqb/mok)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%