Detik.com News
Detik.com
Minggu, 14/04/2013 01:20 WIB

Polisi Tangkap Bandar Narkoba di Tanjung Priok

M Iqbal - detikNews
Polisi Tangkap Bandar Narkoba di Tanjung Priok Ilustrasi (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Gabungan satuan polisi dari Polres Jakarta Utara melakukan penggerebekan di Kampung Bahari, Tanjung Priok. Hasilnya, polisi berhasil menangkap seorang bandar narkoba yang sudah lama menjadi target operasi mereka.

"Penggerebekan di RT 8 Kampung Bahari, Tanjung Priok. Satu bandar inisial YS ketangkap," kata Kasat Narkoba Polres Jakut, AKBP Parmo kepada detikcom, Sabtu (13/4/2013).

Menurutnya, bandar tersebut sudah lama diincar polisi untuk kasus narkoba. Saat penggerebekan, polisi sebetulnya menangkap enam orang, namun hanya satu yang terbukti.

"Barang bukti yang berhasil diamankan 10 paket narkoba dan ganja seberat 33 gram," ungkapnya.

Parmo menuturkan, penggerebekan malam ini adalah hasil pengembangan dari tersangka sebelumnya yang sudah ditangkap.

"Alhamdulillah nggak ada yang melawan (saat digerebek)," tutupnya.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(iqb/mok)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%