detikcom
Sabtu, 13/04/2013 00:14 WIB

Keluarga Purn Kopassus Gelar Doa Bersama untuk Serka Heru di Cijantung

Nur Khafifah - detikNews
Doa bersama di Taman RA Fadilah Cijantung Jaktim (Foto: Khafifah)
Jakarta - Puluhan lilin menerangi salah satu sudut Taman RA Fadilah, Cijantung, Jakarta Timur. Sejumlah keluarga purnawirawan Kopassus tengah menggelar doa bersama atas tewasnya Serka Heru Santoso.

"Kami menggelar doa bersama untuk Serka Heru Santoso dalam rangka HUT Kopassus ke 61," ujar Ketua Umum Forum Komunikasi Putra Putri Purnawiran Baret Merah (FKPBM) Agus M Suwandi di Taman RA Fadilah, Cijantung, Jakarta Timur, Jumat (12/4/2013) malam.

Agus mengatakan, selain mendoakan almarhum, acara ini juga digelar untuk mempertahankan kebersamaan antarkeluarga purnawirawan. Sebab, menurutnya, banyak pihak yang memanfaatkan situasi kopassus yang tengah mendapat sorotan seperti saat ini.

"Mungkin ada yang membuat situasi ini menjadi panas sehingga kita harus bisa mempertahankan kebersamaan kita," ujarnya.

Acara doa bersama tersebut berlangsung sejak pukul 23.40 WIB. Puluhan anggota FKPBM ini mengenakan kemeja warna cokelat dan celana senada. Sambil berdoa, mereka duduk bersila dengan alas karpet di dalam Taman RA Fadilah. Mereka juga menyalakan puluhan lilin sebagai tanda berduka.

Serka Heru Santoso adalah anggota Kopassus yang tewas dikeroyok empat orang yang menjadi korban dalam kasus LP Cebongan. Dia meregang nyawa setelah dikeroyok oleh Deki Cs di Hugo's cafe Yogyakarta.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(kff/trq)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
54%
Kontra
46%