Jumat, 12/04/2013 22:48 WIB

Kawanan Pencuri Bawa Kabur Mesin ATM di Lampung

Adan Bakar - detikNews
Jakarta - Kawanan pencuri membawa kabur Automatic Teller Machine (ATM) di Kantor cabang pembantu (KCP) Muamalat Kemiling, Kota Bandar Lampung, Kamis (11/4/2013). Diperkirakan uang di dalam mesin tersebut mencapai Rp 100 juta.

Mesin ATM yang dibongkar ini berada di Kantor Bank Muamalat di Jalan Cik Di Tiro, Kecamatan Kemiling. Pencuri merusak kamera CCTV untuk menghilangkan jejak.

Kapolresta Bandar Lampung Kombes M Nurochman mengatakan pelaku beraksi dengan lebih dahulu merusak CCTV. Kemudian membongkar mesin ATM dan mengangkutnya dengan mobil. “Pelaku diperkirakan mencapai lima orang. Mereka mengendarai mobil jenis Kijang,” kata Nurochman kepada detikcom, Jumat malam (12/4/2013).

Meskipun merusak CCTV, tapi kamera pengawas sempat merekam gambar aksi pencurian tersebut. Dari rekaman, pelaku berjumlah lima orang dan mengenakan penutup wajah sehingga belum bisa dikenali polisi.

Menurutnya, ini menjadi modus baru dalam pencurian mesin ATM dengan membongkar dan membawa kabur perangkat bank tersebut. Pelaku tahu jika mesin ATM terisi uang dalam jumlah banyak. “Menurut pengakuan pihak bank, ATM baru saja diisi uang yang jumlahnya mencapai Rp100 juta,” katanya.

Polisi sudah memeriksa tempat kejadian perkara dan mengambil sidik jari. Beberapa saksi juga sudah dimintai keterangan. “Kami belum bisa memastikan pelaku dan terus akan dilakukan penyelidikan,” kata Nurochman.

Pencurian mesin ATM ini pertama kali diketehui oleh petugas office boy, yang kemudian melapor ke satpam. Kemudian barulah pihak bank melapor ke polisi.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(trq/trq)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Cegah Titipan Proyek, Ahok Minta Rapat dengan DPRD Direkam ke Youtube

PPATK mengungkapkan salah satu modus korupsi di kalangan penyelenggara negara adalah oknum DPRD yang menitipkan proyek-proyek saat pembahasan anggaran dengan Bappeda. Gubernur DKI Ahok ingin bila rapat bersama DPRD direkam dan di-upload ke youtube. Bila DPRD tak mau, maka lebih baik tak usah rapat anggaran. Bila Anda setuju dengan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%