Jumat, 12/04/2013 18:30 WIB

Berkerudung 'LV', Istri Luthfi Hasan Bungkam Usai Diperiksa KPK

Fajar Pratama - detikNews
Sutiana,
Jakarta - Istri Luthfi Hassan, Sutiana Astika memenuhi panggilan pemeriksaan KPK dalam kasus pencucian uang. Sutiana menolak berkomentar mengenai materi pemeriksaanya hari ini.

Sutiana keluar Kantor KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, sekitar pukul 17.35 WIB, Jumat (12/4/2013). Mengenakan kerudung panjang warna gelap bermotifkan logo LV, Sutiana didampingi seorang kolega.

Mereka langsung masuk mobil Daihatsu Terrios warna hitam yang sudah menunggunya. Sepanjang perjalanan menuruni tangga hingga masuk mobil, Sutiana tak menanggapi satu pun pertanyaan wartawan mengenai pemeriksaannya hari ini.

Sebelum Sutiana, istri Luthfi yang lain Lusi Tiarani sudah lebih dulu keluar sekitar pukul 15.38 WIB. Namun kepergiannya luput dari pengamatan wartawan.

Sebelumnya Luthfi memang sempat dikabarkan berpoligami. Tudingan itu dilontarkan oleh pendiri PK, cikal bakal PKS, Yusuf Supendi.

Kala itu Yusuf menuding poligami yang dilakukan Luthfi bermasalah karena tidak meminta izin istri pertama. Luthfi hanya menanggapi santai kala itu.

"Biarkan saja dia ngomong seperti itu. Ini, kan, era keterbukaan. Tapi saya tidak ingin berkomentar apa pun, biarkan saja," ujar Luthfi saat dihubungi detikcom, Senin (21/3/2011) malam saat diminta komentarnya atas kabar miring itu.

KPK menjerat Luthfi dengan dua kasus. Setelah sebelumnya menjerat dengan pasa penerimaan suap, belakangan KPK juga mengusut dugaan pencucian uang yang dilakukan Luthfi.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fjr/lh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
82%
Kontra
18%