detikcom
Jumat, 12/04/2013 18:14 WIB

Berkas Perkara Lengkap, Ari Sigit akan Dilimpahkan ke Kejaksaan

Danu Damarjati - detikNews
Ari Sigit.
Jakarta - Kasus dugaan penggelapan dan penipuan dana proyek PT Krakatau Wajatama memasuki babak baru. Berkas kasusnya dengan tersangka Ari Sigit dan empat tersangka lain sudah lengkap alias P21. Pekan depan cucu Soeharto ini akan dilimpahkan Polda Metro Jaya kepada Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

"Berkas perkara Ari Sigit sudah P 21. Jumat pekan depan mereka akan dipanggaiI untuk diserahkan bersama barang buktinya ke Kejati," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Jumat (21/4/2013).

Ari Sigit (42) ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penggelapan dan penipuan dalam proyek pengurukan tanah di PT Krakatau Wajatama yang bertempat di Cilegon, Banten. Ari Sigit selaku komisaris di PT Dinamika Daya Andalan mengadakan kontrak kerjasama dengan Sutrisno, Dirut PT Rido Adi Sentosa untuk proyek senilai Rp 24 miliar itu.

Perusahaan Sutrisno dijanjikan mendapat keuntungan 30 persen dari proyek tersebut. Sebagai uang jaminan proyek, Ari meminta agar Sutrisno menyerahkan uang sebesar Rp 2,4 miliar lebih.

Namun setelah berbulan-bulan, proyek tersebut tidak juga terlaksana. Belakangan diketahui, PT Dinamika Daya Andalan telah diputus kontraknya oleh PT Krakatau Wajatama, sehari sebelum kontrak kerja dengan PT Rido Adi Sentosa diteken Ari Sigit dan Sutrisno.

Empat direksi di PT Dinamika Daya Andalan juga ditetapkan sebagai tersangka. Namun hingga kini, baik Ari Sigit dan empat tersangka lainnya tidak ditahan. Dengan alasan para tersangka masih kooperatif, polisi tidak melakukan penahanan terhadap para tersangka.

Ari Sigit yang memiliki nama lengkap Ari Haryo Wibowo Hardjojudanto. Putra sulung dari tiga bersaudara pasangan Sigit Hardjojudanto dan Ilsye Aneke Ratnawati ini mulai bergelut di bisnis sejak tahun 1990.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(dnu/lh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%