detikcom
Jumat, 12/04/2013 14:08 WIB

Kejahatan Jalanan

Woi Copet! Teriaki Saja Preman Pencopet di Angkutan Umum Biar Malu

Nala Edwin - detikNews
Halaman 1 dari 3
Jakarta - Jangan takut jangan ragu. Teriaki saja para pencopet di angkutan umum agar mereka kapok dan malu. Para penumpang juga harus kompak. Setelah melihat polisi di area terdekat turun dari kendaraan dan laporkan.

Kisah soal meneriaki copet ini disampaikan sejumlah pembaca detikcom. Mereka nekat meneriaki kelompok para pencopet ini karena melihat harta benda mereka hendak diambil.

Seperti dituturkan Erwyn Kurniawan dalam surat elektroniknya yang diterima detikcom, Jumat (12/4/2013). Saat itu 31 Desember 2012, Erwyn tengah dalam perjalanan menuju Maghfirah Pustaka, perusahaan penerbitan yang berada di bilangan Matraman, Jakarta Timur. Dia naik bus patas 9A jurusan Senen-Bekasi Timur dari Bulak Kapal.

Tak seperti biasanya, bus agak padat. Saat itu sebenarnya, Erwyn sudah hendak mau turun di Gang Kelor, Matraman. Ternyata, salah satu sebab kepadatan karena ada sekitar 4-5 orang laki-laki yang naik di seberang Stasiun KA Jatinegara.

Mereka memenuhi pintu keluar. Dia pun menaruh curiga dengan gerak-gerik mereka sehingga, meningkatkan kewaspadaan ketika hendak turun.

"Saya tetap percaya diri meletakkan HP di saku depan walau sudah curiga dengan gerombolan lelaki tersebut," tutur Erwyn.

Seorang anggota komplotan pencopet itu sempat bertanya kepada dia soal jurusan bus tersebut. Pertanyaan yang diajukan malah membuat curiga. Erwyn segera bergerak ke pintu keluar. Tapi saat hendak turun ke tangga pertama bus, ada lelaki yang menghalang-halangi dia dengan tangannya. Next

Halaman 1 2 3

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ndr/mad)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
41%
Kontra
59%
MustRead close