Jumat, 12/04/2013 13:27 WIB

Tolak Kurikulum 2013, 'Oemar Bakri' Ingin Bertemu Presiden

Syarifah Nur Aida - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Sosok mirip Oemar Bakri, sang guru yang terkenal jujur dan tulus, terlihat mengayuh sepeda ontel di depan Monumen Nasional menuju Istana Negara. Dia mewakili Federasi Serikat Guru Indonesia yang menolak kurikulum 2013.

"Saya mengantar surat untuk Presiden SBY," kata Slamet Maryanto, Guru SMA 109, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, saat ditemui detikcom, Jum'at (12/4/2013).

Pria yang sudah mengajar selama 20 tahun ini mengayuh sepeda dari Monas menuju Istana Negara bersama empat guru lain yang membawa papan kayu bertuliskan sejumlah pesan kritis.

"Suratnya tentang penolakan kita atas kurikulum 2013, juga penolakan atas Ujian Nasional (UN). Mudah-mudahan ditemui presiden SBY langsung," ujar Slamet.

Para guru menolak UN karena dianggap mengajarkan anak untuk tidak percaya diri dan mengandalkan kunci jawaban. "UN merusak usaha kami yang mendidik mereka agar jujur. Kita lebih percaya untuk kelulusan diserahkan kepada sekolah dan guru, karena yang bisa evaluasi ya guru," tambah Slamet.

Sekjen FSGI, Retno Listyarti, yang juga ikut dalam rombongan, menilai bahwa banyak muatan dalam Kurikulum 2013 yang tak sesuai dengan pola pengajaran.

"Kami tolak kurikulum ini. Ini tidak mendesak, menteri saja yang mendesak ini penting. Justru yang penting adalah kualitas guru. Jadi, benahi guru, baru urus kurikulum," kata Retno.Next

Halaman 1 2

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(mad/mad)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
73%
Kontra
27%