detikcom
Jumat, 12/04/2013 09:41 WIB

Kasus Pencucian Uang, KPK Panggil Istri Luthfi Hasan

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - KPK mengembangkan kasus pencucian uang yang menjerat eks Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Penyidik memanggil istri Luthfi.

KPK memanggil dua wanita yakni Lusi Tiarani Agustine dan Sutiana Astika. Nama terakhir merupakan istri dari Luthfi, dan tercatat secara resmi dalam data diri mantan anggota fraksi PKS itu.

"Ada panggilan untuk atas nama Lusi Tiarani Agustine dan Sutiana Astika, ibu rumah tangga dipanggil sebagai saksi," ujar Kabag Pemberitaan KPK Priharsa Nugraha ketika dikonfirmasi, Jumat (12/4/2013).

Lalu siapa Lusi? Berdasarkan informasi yang dihimpun, dia merupakan istri kedua dari Luthfi. Sebelumnya Luthfi memang sempat dikabarkan berpoligami. Tudingan itu dilontarkan oleh pendiri PK, cikal bakal PKS, Yusuf Supendi.

Kala itu Yusuf menuding poligami yang dilakukan Luthfi bermasalah karena tidak meminta izin istri pertama. Luthfi hanya menanggapi santai kala itu.

"Biarkan saja dia ngomong seperti itu. Ini, kan, era keterbukaan. Tapi saya tidak ingin berkomentar apa pun, biarkan saja," ujar Luthfi saat dihubungi detikcom, Senin (21/3/2011) malam saat diminta komentarnya atas tuduhan berita miring itu.

KPK menjerat Luthfi dengan dua kasus. Setelah sebelumnya menjerat dengan pasal penerimaan suap, belakangan KPK juga mengusut dugaan pencucian uang yang dilakukan Luthfi.


Siapa sangka, ada profesi sebagai pencicip minuman keras oplosan. Saksikan "Reportase Sore" TRANS TV tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fjp/aan)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
56%
Kontra
44%