Jumat, 12/04/2013 08:28 WIB

Kejahatan Jalanan

Preman Beraksi di Tengah Kemacetan di Tol Cawang, Rini Dirampok di Taksi

Mega Putra Ratya - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Bagi Anda yang biasa melintas di Tol Cawang arah Bogor dan terjebak kemacetan di sore hari, kunci rapat pintu kendaraan. Jangan sekali-kali khilaf membiarkan pintu mobil dalam keadaan tak terkunci. Hati-hati, segerombolan pemuda akan masuk memaksa mengambil barang Anda.

Seperti yang dialami Listiyarini (40) pada Rabu (10/4) pukul 17.30 WIB. Perempuan yang akrab disapa Rini dan bekerja di kawasan Sudirman ini mengalami kejadian horor, selama beberapa menit.

"Jadi saat itu macet, di sekitar percabangan yang ke kiri arah Tanjung Priok dan ke kanan arah Bogor. Saya di dalam taksi, dan ternyata sopirnya lupa mengunci pintu," jelas Rini saat berbincang dengan detikcom, Jumat (12/4/2013).

Beberapa pemuda tanggung yang entah bagaimana bisa ada di dalam tol bergerak di sisi-sisi mobil di tengah kemacetan. Mereka membuka pintu mobil yang terjebak macet itu. Nah, sialnya taksi yang ditumpanginya tak dikunci mobilnya.

"Satu orang membuka pintu di kiri dan satu lagi di kanan. Mereka menarik tas saya, mau mengambil HP saya. Dompet juga mau diambil," terang Rini.

Sang sopir taksi berseragam biru itu pun tak berbuat banyak melihat kejadian itu. Dia hanya berteriak-teriak saja melihat penumpangnya dirampok.

"iPad saya jatuhkan ke bawah, untung mereka nggak lihat. HP saya lempar ke sopir, tapi dompet diambil. Uang di dompet Rp 400 ribu dibawa, terus dompetnya dilempar dikembalikan," terang Rini.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ndr/mpr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
68%
Kontra
32%