detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 07:22 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 12/04/2013 08:28 WIB

Kejahatan Jalanan

Preman Beraksi di Tengah Kemacetan di Tol Cawang, Rini Dirampok di Taksi

Mega Putra Ratya - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Bagi Anda yang biasa melintas di Tol Cawang arah Bogor dan terjebak kemacetan di sore hari, kunci rapat pintu kendaraan. Jangan sekali-kali khilaf membiarkan pintu mobil dalam keadaan tak terkunci. Hati-hati, segerombolan pemuda akan masuk memaksa mengambil barang Anda.

Seperti yang dialami Listiyarini (40) pada Rabu (10/4) pukul 17.30 WIB. Perempuan yang akrab disapa Rini dan bekerja di kawasan Sudirman ini mengalami kejadian horor, selama beberapa menit.

"Jadi saat itu macet, di sekitar percabangan yang ke kiri arah Tanjung Priok dan ke kanan arah Bogor. Saya di dalam taksi, dan ternyata sopirnya lupa mengunci pintu," jelas Rini saat berbincang dengan detikcom, Jumat (12/4/2013).

Beberapa pemuda tanggung yang entah bagaimana bisa ada di dalam tol bergerak di sisi-sisi mobil di tengah kemacetan. Mereka membuka pintu mobil yang terjebak macet itu. Nah, sialnya taksi yang ditumpanginya tak dikunci mobilnya.

"Satu orang membuka pintu di kiri dan satu lagi di kanan. Mereka menarik tas saya, mau mengambil HP saya. Dompet juga mau diambil," terang Rini.

Sang sopir taksi berseragam biru itu pun tak berbuat banyak melihat kejadian itu. Dia hanya berteriak-teriak saja melihat penumpangnya dirampok.

"iPad saya jatuhkan ke bawah, untung mereka nggak lihat. HP saya lempar ke sopir, tapi dompet diambil. Uang di dompet Rp 400 ribu dibawa, terus dompetnya dilempar dikembalikan," terang Rini.Next

Halaman 1 2

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(ndr/mpr)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%