Detik.com News
Detik.com

Kamis, 11/04/2013 21:54 WIB

Di Bangkok, Buron Pembunuh Pengusaha Indonesia Bersembunyi di Wihara

Septiana Ledysia - detikNews
Jakarta - DPO pembunuh anak pengusaha Indonesia, Mulyadi Budiman akhirnya berhasil ditangkap di Bangkok dan telah dibawa ke Jakarta. Selama di Bangkok, Budiman bersembunyi di sebuah Wihara.

"Selama di Bangkok dia tinggal di Wihara, mengakunya disana ingin meditasi untuk menenangkan diri," ujar Kepala Subdirektorat Umum Polda Metro Jaya, AKBP Helmy Santika setelah rilis di main hall Polda Metro Jaya, Kamis (11/4/2013)

Helmi mengatakan, Mulyadi saat ditangkap tidak melakukan perlawanan. Dan saat ditangkap polisi berhasil mengamankan beberapa barang bukti.

"Barang bukti yang turut diamankan yakni satu buah HP dan pasport atas nama Mulyadi Budiman. Atas perbuatannya Mulyadi dikenakan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara," ujar Helmi.

Mulyadi Budiman, Mario Budiman, Alex Wiguna, Roby merupakan tersangka pembunuhan atas Ignatius William Liem di Warnet Granat Lantai 4 Jl. Mangga Besar V 210 Mangga Besar, Taman Sari, Jakbar pada 13 Maret 2012 lalu.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(spt/mpr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%