detikcom
Kamis, 11/04/2013 18:33 WIB

Duh! Foto-foto Pemerkosaannya Menyebar Luas, Gadis Kanada Gantung Diri

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Halaman 1 dari 2
Rehtaeh Parsons (The Telegraph)
Ottawa - Mengenaskan! Seorang remaja putri di Kanada nekat gantung diri setelah foto dirinya yang diperkosa beramai-ramai menyebar luas. Gadis berusia 17 tahun ini menderita depresi dan menjadi korban bullying selama 2 tahun terakhir.

Rehtaeh Parsons ditemukan tak bernyawa oleh ibunya, di kamar mandi kediaman mereka di Nova Scotia, Kanada. Menurut keluarganya, aksi nekat Rehtaeh ini dipicu insiden menyebarnya foto dirinya saat diperkosa 4 remaja laki-laki.

Foto-foto tak senonoh tersebut menyebar luas di kalangan sekolahnya di Dartmouth. Bahkan, dalam foto tersebut telihat salah satu pelaku berpose sambil tersenyum dan mengangkat jempolnya.

Berbicara kepada media setempat, CTV News, ibu Rehtaeh, Leah Parsons menceritakan bahwa insiden pemerkosaan putrinya terjadi pada November 2011 lalu. Saat itu Rehtaeh masih berusia 15 tahun. Ketika itu, Rehtaeh sedang berada di rumah temannya dan kemudian mabuk berat usai minum vodka bersama teman-temannya.

"Mereka mulai minum-minum vodka. Rehtaeh tidak ingat kejadiannya, tapi dia ingat ada seorang pria membawanya ke lantai atas dan sejumlah pria bergiliran berada di atas tubuhnya," cerita Leah, seperti dilansir The Telegraph, Kamis (11/4/2013).

Saat itulah, menurut Leah, para pelaku mengambil foto Rehtaeh. Terdapat juga foto Rehtaeh saat sedang muntah di jendela.

Pasca insiden tersebut, Rehtaeh menderita trauma parah. Ditambah lagi dia terus-menerus mengalami bullying atas pemerkosaan itu. Menurut Leah, putrinya sering disebut 'pelacur' oleh teman-teman sekolahnya. Selain itu dia juga sering menerima SMS yang isinya mengajak berhubungan seks.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(nvc/ita)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
63%
Kontra
37%