detikcom

Kamis, 11/04/2013 14:25 WIB

Puan Maharani: Konvensi PD Menarik, Tapi Tidak untuk PDIP

Danu Damarjati - detikNews
Puan Maharani.
Jakarta - Rencana konvensi Partai Demokrat (PD) untuk menjaring calon presiden dinilai menarik oleh Ketua Fraksi PDIP Puan Maharani. Namun, PDIP tak akan meniru langkah PD untuk mengadakan konvensi.

"Memang menarik, bahkan Pak Taufik Kiemas katakan menarik. Tapi belum tentu menarik diterapkan di PDIP," kata Puan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (11/4/2013).

Puan menyatakan PDIP tak butuh mekanisme konvensi yang membuka peluang calon lain. Calon internal sudah cukup bagi PDIP.

"Kita tidak berpikir melakukan konvensi. Dari internal sudah cukup baik untuk 2014. Kami masih punya kader yang mampu," tegasnya.

Konvensi capres PD yang bersifat terbuka memungkinkan tokoh-tokoh eksternal PD mengajukan diri. Terdapat beberapa tahap yang harus dilalui calon capres lewat konvensi PD.

Tahapan pertama adalah pendaftaran. Calon bisa mendaftar sendiri atau didaftarkan. Selanjutnya akan dilakukan seleksi awal sebelum konvensi digelar.

Pendaftar-pendaftar konvensi capres akan dikerucutkan menjadi 5-10 calon untuk ditawarkan ke publik. Tokoh dengan elektabilitas tertinggilah yang akan ditetapkan jadi capres PD.


Banjir mengepung Ibukota Jakarta. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(dnu/rmd)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%