detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 03:22 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 11/04/2013 11:18 WIB

Cerita Indra J Pilliang Pilih 'Jodohnya' di Pariaman & Ditinggalkan Golkar

Gagah Wijoseno - detikNews
Halaman 1 dari 3
Jakarta - Politisi Golkar Indra J Pilliang maju lewat jalur independen di Pilwalkot Pariaman, Sumbar. Indra berkisah bagaimana dia bisa maju independen, dan memilih pasangannya Joserizal yang juga Ketua Satpol PP Pariaman. Indra juga bertutur bagaimana kemudian dia ditinggalkan Golkar.

"Informasi yang saya dapat, di jajaran elite partai, saya masuk dalam faksi tertentu yang bukan pengendali partai sekarang. Rekam jejak saya sebagai Juru Bicara Pak Jusuf Kalla dan Pak Wiranto dijadikan sebagai alat ukur. Begitu juga asal ayah saya dari Tanah Datar yang notabene adalah kampung Ibu Mufidah Kalla," cerita Indra dalam surat elektronik yang diterima detikcom, Kamis (11/4/2013).

Berikut cerita lengkap Indra J Pilliang soal kisahnya maju dari jalur independen:

Salah satu pertanyaan yang sering diajukan ke saya adalah mengapa memilih Joserizal? Banyak juga yang bertanya: siapa Joserizal? Dibandingkan dengan nama-nama yang mengapung dalam kontestasi pilkada di Kota Pariaman, nama Joserizal sama sekali tidak disebut. Banyak nama lain yang lebih dikenal. Baiklah, saya akan jelaskan sedikit.

Saya mengenal Joserizal di akun twitter miliknya, @JoseRi_zal. Setiap kali ada berita tentang Kota Pariaman, Joserizal berkomentar. Atau ketika saya menulis tentang Kota Pariaman. Perkenalan di akun twitter itu sudah berbulan-bulan. Saya baru tahu jabatannya sebagai Kepala Satpol PP Kota Pariaman setelah membaca beberapa tweetnya. Bahkan, Satpol PP punya akun khusus, @Pol_PP_Pariaman. Bagi saya, siapapun yang masuk ranah social media, pastilah lebih terbuka pikirannya (open minded), dibandingkan dengan yang tidak.

Setiap kali saya ke Pariaman, Joserizal tidak lupa mention. Namun, karena memang merasa tidak punya kepentingan dengannya, saya tidak menyempatkan diri untuk sekadar bertemu. Apalagi, sebelum bulan Oktober 2012 lalu, dalam pikiran saya sama sekali tidak ada keinginan untuk maju sebagai Walikota Pariaman. Saya lebih banyak menyiapkan diri sebagai calon anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumatera Barat II.

Pertemuan pertama kali antara saya dengan Joserizal pada tanggal 25 November 2012, tepatnya pada hari perayaan Tabuik Piaman. Pertemuan itu tidak sengaja. Saya menuju lokasi perayaan Tabuik di lapangan Merdeka, lalu foto-foto. Joserizal menegur saya, meminta saya untuk ke atas panggung, bersama dengan para pejabat pemerintahan dan tokoh masyarakat lainnya. Saya menolak dengan halus. Dalam beberapa perayaan tabuik sebelumnya, saya memang duduk di atas panggung. Rupa-rupanya, sikap saya itu jadi pembicaraan.Next

Halaman 1 2 3

Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(ndr/mad)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%