Detik.com News
Detik.com

Kamis, 11/04/2013 11:18 WIB

Cerita Indra J Pilliang Pilih 'Jodohnya' di Pariaman & Ditinggalkan Golkar

Gagah Wijoseno - detikNews
Halaman 1 dari 3
Cerita Indra J Pilliang Pilih Jodohnya di Pariaman & Ditinggalkan Golkar
Jakarta - Politisi Golkar Indra J Pilliang maju lewat jalur independen di Pilwalkot Pariaman, Sumbar. Indra berkisah bagaimana dia bisa maju independen, dan memilih pasangannya Joserizal yang juga Ketua Satpol PP Pariaman. Indra juga bertutur bagaimana kemudian dia ditinggalkan Golkar.

"Informasi yang saya dapat, di jajaran elite partai, saya masuk dalam faksi tertentu yang bukan pengendali partai sekarang. Rekam jejak saya sebagai Juru Bicara Pak Jusuf Kalla dan Pak Wiranto dijadikan sebagai alat ukur. Begitu juga asal ayah saya dari Tanah Datar yang notabene adalah kampung Ibu Mufidah Kalla," cerita Indra dalam surat elektronik yang diterima detikcom, Kamis (11/4/2013).

Berikut cerita lengkap Indra J Pilliang soal kisahnya maju dari jalur independen:

Salah satu pertanyaan yang sering diajukan ke saya adalah mengapa memilih Joserizal? Banyak juga yang bertanya: siapa Joserizal? Dibandingkan dengan nama-nama yang mengapung dalam kontestasi pilkada di Kota Pariaman, nama Joserizal sama sekali tidak disebut. Banyak nama lain yang lebih dikenal. Baiklah, saya akan jelaskan sedikit.

Saya mengenal Joserizal di akun twitter miliknya, @JoseRi_zal. Setiap kali ada berita tentang Kota Pariaman, Joserizal berkomentar. Atau ketika saya menulis tentang Kota Pariaman. Perkenalan di akun twitter itu sudah berbulan-bulan. Saya baru tahu jabatannya sebagai Kepala Satpol PP Kota Pariaman setelah membaca beberapa tweetnya. Bahkan, Satpol PP punya akun khusus, @Pol_PP_Pariaman. Bagi saya, siapapun yang masuk ranah social media, pastilah lebih terbuka pikirannya (open minded), dibandingkan dengan yang tidak.

Setiap kali saya ke Pariaman, Joserizal tidak lupa mention. Namun, karena memang merasa tidak punya kepentingan dengannya, saya tidak menyempatkan diri untuk sekadar bertemu. Apalagi, sebelum bulan Oktober 2012 lalu, dalam pikiran saya sama sekali tidak ada keinginan untuk maju sebagai Walikota Pariaman. Saya lebih banyak menyiapkan diri sebagai calon anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumatera Barat II.

Pertemuan pertama kali antara saya dengan Joserizal pada tanggal 25 November 2012, tepatnya pada hari perayaan Tabuik Piaman. Pertemuan itu tidak sengaja. Saya menuju lokasi perayaan Tabuik di lapangan Merdeka, lalu foto-foto. Joserizal menegur saya, meminta saya untuk ke atas panggung, bersama dengan para pejabat pemerintahan dan tokoh masyarakat lainnya. Saya menolak dengan halus. Dalam beberapa perayaan tabuik sebelumnya, saya memang duduk di atas panggung. Rupa-rupanya, sikap saya itu jadi pembicaraan.Next

Halaman 1 2 3

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ndr/mad)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

'Bersihkan' Gelar Palsu, Periksa Semua Ijazah Anggota DPR!

Anggota DPR Fraksi Hanura Frans Agung Mula Putra dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) terkait dugaan gelar doktor palsu. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah bersikap tegas meminta ijazah semua anggota DPR diperiksa. Bila Anda setuju dengan usulan Fahri Hamzah, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%