detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 02:06 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 11/04/2013 08:51 WIB

Upss! Otoritas Jepang Salah Ngetweet Soal Korut Luncurkan Rudal

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Ilustrasi (AFP)
Tokyo - Otoritas Yokohama, Jepang dibuat malu setelah salah mengumumkan peluncuran rudal Korea Utara (Korut). Melalui akun Twitter-nya, otoritas Yokohama mengumumkan informasi keliru tersebut kepada 40 ribu followers-nya.

Seperti dilansir Asia One, Kamis (11/4/2013), otoritas Yokohama menuliskan informasi peluncuran rudal tersebut pada Rabu (10/4) siang waktu setempat. "Korut telah meluncurkan rudal," demikian bunyi tweet akun @yokohama-saigai yang diikuti dengan spasi kosong karena waktu peluncurannya belum diketahui.

Beberapa saat kemudian, ada warga yang memberitahu kesalahan informasi tersebut. "Kami menerima telepon dari salah satu followers kami yang menyadari kesalahan tersebut," imbuh otoritas Yokohama.

Penjelasan pejabat Yokohama mengakui bahwa pihaknya sudah mempersiapkan tweet itu sebagai template dan baru akan disebarkan begitu serangan rudal benar-benar terjadi.

"Kami memang mempersiapkan tweet tersebut dan menunggu, tapi karena sebuah alasan yang tidak jelas, itu tidak sengaja terkirim," ucap seorang pejabat Yokohama yang enggan disebut namanya.

Pihak otoritas Yokohama kemudian mencabut kembali tweet memalukan tersebut sekitar 20 menit setelah disebarkan. Mereka juga meminta maaf kepada publik melalui akun Twitter yang sama. Yokohama berada di Tokyo bagian selatan.

Saat ini, Jepang sedang dalam siaga tinggi menyusul pernyataan Korut yang akan meluncurkan rudal jarak menengah. Jepang telah menyiagakan rudal Patriot di ibukota Tokyo untuk melindungi 30 juta warganya. Tidak hanya itu, kapal perang penghancur Aegis juga telah disiagakan di wilayah perairan Laut Jepang. Kapal tersebut memiliki senjata penghalau rudal.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(nvc/ita)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close