Kamis, 11/04/2013 08:15 WIB

Irjen Suparni Parto, Calon Kapolri yang Berlatar Belakang Intelijen

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan masa jabatan Kapolri Jenderal Timur Pradopo akan dipersingkat karena akan adanya pemilu di pertengahan 2014. Selain jenderal bintang tiga, jenderal bintang dua pun muncul sebagai calon pengganti Timur. Di antara sejumlah nama, Irjen Suparni Parto kini disebut-sebut menjadi yang terdepan.

Ya, menjadi yang terdepan karena Suparni akan segera mendapatkan kenaikan pangkat seiring dengan terpilihnya dia sebagai Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam). Pangkat bintang tiga alias Komjen pun sudah di depan mata.

Suparni sebelumnya menjabat Wakabaintelkam. Dia naik menjadi Kabaintelkam menggantikan Komjen Pol Imam Sudjarwo yang kini menjadi Irwasum Polri. Posisi Irwasum itu ditinggalkan Komjen Fajar Prihantoro yang akan memasuki pensiun.

Selama berkarier, Suparni erat dengan dunia intelijen. Selain sudah menjabat sebagai Wakabaintelkam sejak Maret 2011, kiprah Suparni ketika masih berpangkat perwira menengah juga erat dengan dunia telik sandi ini.

Suparni pernah menjabat sebagai Direktur Intelkam Polda Metro Jaya, Kanit IPP (Intelijen Pengamanan Kepolisian) Dit IPP Polda Nusa Tenggara, Direktorat IPP Polda Kaltim, Direktur Intelkam Polda Bengkulu, Direktur Intelkam Polda Sulsel.

Lulusan Akpol angkatan 1980 ini mendapatkan bintang pertamanya ketika diangkat menjadi Kapolda Sulteng pada 2008. Setelah 1,5 tahun menjabat Kapolda Sulteng, Suparni kembali ditarik ke Mabes Polri untuk menjabat Dir. A Baintelkam Mabes Polri (2009). Lalu Dan Satgassus Badan Intelejen Nasional (2010) dan staf ahli Kepala BIN Bidang Ideologi (2010). Lalu kemudian Suparni didaulat untuk menjadi Kapolda Jabar pada Oktober 2010 dan kemudian kembali ditarik ke Trunojoyo untuk menjabat sebagai Wakabaintelkam.

Latar belakang Suparni yang kental dengan aroma intelijen ini disebut-sebut cocok dengan kriteria yang dibutuhkan Presiden SBY, khususnya untuk pengamanan 2014. Seperti diketahui, untuk mengamankan pesta demokrasi lima tahunan itu bukan perkara mudah, diperlukan informasi-informasi pendukung untuk menjaga situasi tetap kondusif.



Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(fjp/rni)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
82%
Kontra
18%