detikcom
Rabu, 10/04/2013 19:02 WIB

Akan Temui Ortu Bayi Edwin, RS Harapan Bunda Tunda Keterangannya

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jakarta - RS Harapan Bunda menunda jadwal penyampaian keterangan resmi tentang kasus dugaan malpraktek dalam amputasi telunjuk bayi Edwin Timothy Sihombing. Penundaan ini karena akan diadakan pertemuan dengan orang tua dan keluarga terlebih dahulu.

"Kami akan melakukan pembicaraan internal dahulu dengan pihak keluarga Edwin," ujar Mira, staf humas RS Harapan Bunda, melalui telepon, Rabu (10/4/2013).

Sehubungan dengan pertemuan tersebut, belum dapat dipastikan jadwal baru baru RS Harapan Bunda menyampaikan keterangan resminya. "Nanti kami akan kabari lagi jika sudah terdapat keputusan dari atasan," sambung Mira.

Semula keterangan resmi akan disampaikan pada Kamis (11/4/2013) siang. Salah satu yang akan diungkapkan adalah adanya surat pernyataan persetujuan tindakan medis yang akan dilaksanakan dokter terhadap bayi Edwin.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(edo/lh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%