detikcom

Rabu, 10/04/2013 13:29 WIB

Pemilu Malaysia Akan Digelar 5 Mei

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kuala Lumpur, - Pemilihan umum (pemilu) di Malaysia akan digelar bulan depan. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Malaysia mengumumkan bahwa pemilu akan diadakan pada 5 Mei mendatang.

Ketua KPU Malaysia Aziz Yusof mengatakan, pengambilan suara akan didahului dengan masa kampanye resmi yang akan dimulai pada 20 April. Masa kampanye akan berlangsung selama dua pekan.

Pemilu kali ini seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (10/4/20-3), disebut-sebut akan menjadi ajang paling ketat bagi partai berkuasa United Malays National Organisation (UMNO) dan rivalnya.

UMNO kini dihadapkan pada kubu oposisi yang kian kuat, yang berjanji untuk mengakhiri korupsi, kolusi dan kekuasaan otoriter. UMNO telah menguasai Malaysia lewat pemerintahan koalisi sejak kemerdekaan Malaysia pada tahun 1957.

Namun Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak optimis bahwa partainya akan kembali memenangkan pemilu ini. Dalam kampanyenya nanti, Najib akan menekankan soal perekonomian negara yang stabil di bawah pimpinannya.

"Pemilu ini adalah pilihan antara tetap pada pemerintahan yang reformis, kompeten serta mempertaruhkan kemakmuran kita pada oposisi cengeng, tidak berpengalaman," cetus juru bicara PM Najib kepada AFP.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ita/nrl)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Penangkapan BW Adalah Balas Dendam Polri ke KPK

Banyak pihak yang mengecam penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) oleh Bareskrim Polri. Bahkan, mantan Plt Pimpinan KPK Mas Ahmad Santosa berpendapat penangkapan oleh Polri terhadap BW merupakan tindakan balas dendam terkait penetapan tersangka Komjen Pol Budi Gunawan oleh KPK. Bila Anda setuju dengan Mas Ahmad Santosa, pilih Pro!
Pro
77%
Kontra
23%