Rabu, 10/04/2013 12:04 WIB

8 Jenazah WN Myanmar Korban Bentrokan di Rudenim Medan Dikremasi

Khairul Ikhwan - detikNews
Foto: khairul ikhwan/detikcom
Medan - Jenazah 8 Warga Negara (WN) Myanmar yang tewas dalam bentrokan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Medan dikremasi, Rabu (10/4/2013). Tidak ada perwakilan negara Myanmar yang datang menyaksikan prosesi itu.

Proses kremasi berlangsung di Krematorium Tie Cang Tien di Jalan Medan – Tanjung Morawa, Medan. Sebelumnya masing-masing jenazah dimasukkan dalam peti mati di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pirngadi di Jalan HM Yamin Medan, seterusnya dinaikkan ke ambulans dan dibawa menuju krematorium.

Kepala Divisi Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sumatera Utara (Sumut) Rostanov menyatakan, penanganan atau proses akhir terhadap jenazah dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta.

"Kemarin jam empat sore kita peroleh persetujuan, yang menyerahkan sepenuhnya kepada kita untuk dikremasi atau dimakamkan," kata Rostanov kepada wartawan di RSUD Pirngadi.

Proses kremasi dilakukan setelah pihak imigrasi berkomunikasi dengan Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi) Sumut. Rencananya abu hasil proses kremasi itu akan ditempatkan sementara di krematorium hingga ada perkembangan proses selanjutnya, baik dari kedutaan maupun pihak keluarga.

8 Jenazah yang dikremasi itu masing-masing bernama Minmin (42), Wintun (32), Aung Thu Win (24), Myo Oo (20), San Lwin (45), Aung Than (44), Nawe (23) dan Aye Win (23). Mereka tewas dalam bentrok antarwarga Myanmar di Rudenim pada Jumat (5/4/2013) dinihari. Bentrokan itu dipicu masalah pelecehan seksual yang dilakukan kelompok korban terhadap imigran Myanmar dari suku Rohingya.

Tidak ada perwakilan dari Kedutaan Besar Myanmar yang hadir dalam serah terima jenazah dari Polres Pelabuhan Belawan kepada pihak Divisi Imigrasi Kemenkumham Sumut yang melakukan proses kremasi. Bahkan, sejak bentrokan, tidak ada perwakilan pemerintahan Myanmar yang datang.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(rul/try)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%