detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 05:06 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 10/04/2013 12:04 WIB

8 Jenazah WN Myanmar Korban Bentrokan di Rudenim Medan Dikremasi

Khairul Ikhwan - detikNews
Foto: khairul ikhwan/detikcom
Medan - Jenazah 8 Warga Negara (WN) Myanmar yang tewas dalam bentrokan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Medan dikremasi, Rabu (10/4/2013). Tidak ada perwakilan negara Myanmar yang datang menyaksikan prosesi itu.

Proses kremasi berlangsung di Krematorium Tie Cang Tien di Jalan Medan – Tanjung Morawa, Medan. Sebelumnya masing-masing jenazah dimasukkan dalam peti mati di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pirngadi di Jalan HM Yamin Medan, seterusnya dinaikkan ke ambulans dan dibawa menuju krematorium.

Kepala Divisi Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sumatera Utara (Sumut) Rostanov menyatakan, penanganan atau proses akhir terhadap jenazah dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta.

"Kemarin jam empat sore kita peroleh persetujuan, yang menyerahkan sepenuhnya kepada kita untuk dikremasi atau dimakamkan," kata Rostanov kepada wartawan di RSUD Pirngadi.

Proses kremasi dilakukan setelah pihak imigrasi berkomunikasi dengan Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi) Sumut. Rencananya abu hasil proses kremasi itu akan ditempatkan sementara di krematorium hingga ada perkembangan proses selanjutnya, baik dari kedutaan maupun pihak keluarga.

8 Jenazah yang dikremasi itu masing-masing bernama Minmin (42), Wintun (32), Aung Thu Win (24), Myo Oo (20), San Lwin (45), Aung Than (44), Nawe (23) dan Aye Win (23). Mereka tewas dalam bentrok antarwarga Myanmar di Rudenim pada Jumat (5/4/2013) dinihari. Bentrokan itu dipicu masalah pelecehan seksual yang dilakukan kelompok korban terhadap imigran Myanmar dari suku Rohingya.

Tidak ada perwakilan dari Kedutaan Besar Myanmar yang hadir dalam serah terima jenazah dari Polres Pelabuhan Belawan kepada pihak Divisi Imigrasi Kemenkumham Sumut yang melakukan proses kremasi. Bahkan, sejak bentrokan, tidak ada perwakilan pemerintahan Myanmar yang datang.



Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(rul/try)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
85%
Kontra
15%