Detik.com News
Detik.com
Rabu, 10/04/2013 00:59 WIB

Terkait Suap Pegawai Pajak, KPK Tangkap 1 Orang Lagi di Bandung

Moksa Hutasoit - detikNews
Terkait Suap Pegawai Pajak, KPK Tangkap 1 Orang Lagi di Bandung Dua pria yang ditangkap KPK di Stasiun Gambir (dok. detikcom)
Jakarta - Proses penangkapan pegawai pajak di Stasiun Gambir sore tadi rupanya belumlah selesai. Pada Selasa (9/4) malam, penyidik kembali menangkap seorang pria lagi di kota Bandung, Jawa Barat.

Pantauan detikcom, pria itu tiba di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Rabu (10/4/2013) sekitar pukul 00.30 WIB.

Pria yang belum diketahui identitasnya ini dibawa dengan menggunakan mobil Nissan X-Trail B 1700 RFV warna hitam. Tepat di depannya, masih ada mobil yang sama untuk mengawal. Informasinya, penangkapan ini terjadi di Bandung.

Saat tiba di KPK, pria tersebut sempat beberapa saat tak mau keluar dari dalam mobil. Penyidik pun langsung membuka pintu penumpang dan mempersilakan pria itu turun.

Pria tersebut terlihat mengenakan jaket kulit warna gelap. Sebuah tas selempang terus terpasang di badannya.

Penyidik pun langsung membawa pria tersebut ke ruang pemeriksaan. Penangkapan ini melengkapi proses operasi tangkap tangan sejak sore tadi.

Total sudah ada empat orang yang diperiksa terkait proses penangkapan tadi. Selain pria ini, mereka adalah Asep Hendro. Asep memiliki sebuah perusahaan yang bergerak di penjualan otomotif bernama AHRS.

Selain itu ada juga pegawai pajak, Pargono Riyadi serta seorang lagi bernama Rukimin Tjahyanto yang menjadi kurir.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mok/nvc)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%