Detik.com News
Detik.com
Selasa, 09/04/2013 14:16 WIB

Gabung Nasdem, Gus Choi Siap Selamatkan Negara

Mulya Nurbilkis - detikNews
Gabung Nasdem, Gus Choi Siap Selamatkan Negara
Jakarta - Effendi Choirie atau Gus Choi yang baru 20 hari lalu dipecat PKB dari DPR memilih bergabung bersama Partai Nasional Demokrat (Nasdem) pimpinan Surya Paloh. Alasan Gus Choi memilih Nasdem karena ingin menyelamatkan negara.

"Kita punya misi menyelamatkan negara. Maka kita tidak boleh berhenti," Gus Choi dalam konferensi pers di Nusantara II, Gedung DPR Senanyan, Jakarta, Selasa (9/4/2013).

Hadir bersama dia adalah La Ode Ida yang pindah ke PAN, Yos Rahawadah dan Hermawan Taslim (PKB) masuk Nasdem.

Gus Choi mengatakan dirinya bukan kutu loncat. Menurutnya ada alasan mendasar secara historis hingga membuat dia menjatuhkan pilihan pada Nasdem.

"Saya ikut mendirikan Nasdem Jawa Timur," ujar pria kelahiran Gresik, Jatim, ini

Gus Choi mengaku memiliki kecocokan dengan Nasdem. Slogan Nasdem merepresentasikan restorasi dianggap sangat nasionalis dan bisa menyelamatkan negara.

"Ke depan tidak perlu ada dalil-dalil yang digunakan sebagai alat kepentingan politik," ujarnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(slm/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
93%
Kontra
7%