detikcom

Senin, 08/04/2013 15:47 WIB

Pangdam IV/ Diponegoro yang Baru Pernah Aktif di Kopassus

Nur Khafifah - detikNews
Jakarta - Mulai hari ini Mayjen Hardiono Saroso tak lagi memegang tongkat komando Kodam IV/ Diponegoro. Kepemimpinan sudah diserahkan ke Mayor Jenderal TNI Sunindyo yang pernah menjadi prajurit Kopassus.

"Sejak hari ini pangdam IV/Diponegoro dijabat oleh Mayjen Sunindyo. Melalui sidang rutin. Mekanisme pembinaan karir," kata Kadispen TNI AD Brigjen Rukman Ahmad kepad wartawan di Mabes TNI AD, Jl Veteran, Senin (8/4/2013).

Rukman membenarkan kabar yang menyebutkan Sunindyo pernah aktif di Kopassus. Namun sayangnya, Rukman tidak ingat posisi dan tahun Sunindyo di Kopassus.

"Saya nggak hapal tahunnya," ujarnya.

Dari sejumlah pemberitaan, Mayjen Sunindyo tercatat pernah menjabat komandan Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan. Keluar dari Kopassus, ia mendapat kepercayaan menjabat sebagai Aspers Kasdam IV/Diponegoro. Sunindyo merupakan lulusan Akabri 1983.

Dalam sertijab di Mabes TNI AD, ada 7 perwira tinggi TNI AD yang juga dimutasi. Berikut ini daftar lengkapnya:

-Mayjen TNI Hardiono Saroso dari Pangdam IV/Dip menjadi Staf Khusus Kasad,
-Mayjen TNI Sunindyo dari Aspers Kasad menjadi Pangdam IV/Dip,
-Mayjen TNI Istu H. Subagio, S.E., M.B.A., dari Gubernur Akmil menjadi Aspers Kasad,
-Brigjen TNI Sumardi dari Kasgartap I/Jakarta menjadi Gubernur Akmil,
-Kolonel Inf Toto Rinanto Sudjiman dari Paban Sahli Bid. Orkes Pok Sahli Bid. Sosbud Sahli Kasad menjadi Kasgartap I/Jakarta,
-Brigjen TNI Didi Sudiana dari Pati Ahli Kasad Bid. Manajemen Sishankamneg menjadi Staf Khusus KSAD,
-Kolonel Inf I.G.B. Herry Atmika dari Dandenma Mabes TNI menjadi Pati Ahli Kasad Bid. Manajemen Sishankamneg.


Banjir mengepung Ibukota Jakarta. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(gah/mad)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Penangkapan BW Adalah Balas Dendam Polri ke KPK

Banyak pihak yang mengecam penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) oleh Bareskrim Polri. Bahkan, mantan Plt Pimpinan KPK Mas Ahmad Santosa berpendapat penangkapan oleh Polri terhadap BW merupakan tindakan balas dendam terkait penetapan tersangka Komjen Pol Budi Gunawan oleh KPK. Bila Anda setuju dengan Mas Ahmad Santosa, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%