Senin, 08/04/2013 15:26 WIB

Serangan Bom Hantam Bus Afghanistan, 9 Orang Tewas

Rita Uli Hutapea - detikNews
Ilustrasi
Kabul, - Lagi-lagi serangan bom di Afghanistan. Sebuah bom rakitan meledak di bawah sebuah bus di Afghanistan hari ini. Akibatnya, 9 orang tewas dan 22 orang lainnya luka-luka dalam serangan bom itu.

Insiden ini terjadi di Provinsi Wardak. Seorang wanita termasuk di antara korban jiwa dan tiga anak termasuk di antara para korban luka.

"Hari ini sekitar pukul 08.00, sebuah bom rakitan mengenai bus," kata Attaullah Khogyani, juru bicara Gubernur Provinsi Wardak, kepada kantor berita AFP, Senin (8/4/2013).

"Setidaknya 22 orang terluka dan 9 orang lainnya, termasuk seorang wanita, tewas," imbuhnya.

Menurut Khogyani, Taliban merupakan dalang serangan bom itu.

Saat kejadian, bus milik badan pemerintah itu tengah melakukan perjalanan harian antara Kabul dan
Ghazni, provinsi tetangga Kabul.

"Saya membantu mengangkat beberapa korban tewas dan luka-luka. Ada banyak orang di dalam bus, hanya beberapa yang selamat tanpa cedera, yang lainnya tewas dan terluka," kata saksi mata Mohammad Sarwar.

Serangan bom ini terjadi setelah 5 warga AS, termasuk seorang wanita diplomat, tewas dalam serangan terpisah di Afghanistan timur dan selatan pada Sabtu, 6 April lalu. Saat itu, bom bunuh diri menghantam konvoi pasukan NATO d Provinsi Zabul, Afghanistan selatan. Serangan itu menewaskan tiga prajurit AS dan dua warga sipil termasuk sang diplomat muda.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(ita/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%