detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 22:56 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 08/04/2013 15:26 WIB

Serangan Bom Hantam Bus Afghanistan, 9 Orang Tewas

Rita Uli Hutapea - detikNews
Ilustrasi
Kabul, - Lagi-lagi serangan bom di Afghanistan. Sebuah bom rakitan meledak di bawah sebuah bus di Afghanistan hari ini. Akibatnya, 9 orang tewas dan 22 orang lainnya luka-luka dalam serangan bom itu.

Insiden ini terjadi di Provinsi Wardak. Seorang wanita termasuk di antara korban jiwa dan tiga anak termasuk di antara para korban luka.

"Hari ini sekitar pukul 08.00, sebuah bom rakitan mengenai bus," kata Attaullah Khogyani, juru bicara Gubernur Provinsi Wardak, kepada kantor berita AFP, Senin (8/4/2013).

"Setidaknya 22 orang terluka dan 9 orang lainnya, termasuk seorang wanita, tewas," imbuhnya.

Menurut Khogyani, Taliban merupakan dalang serangan bom itu.

Saat kejadian, bus milik badan pemerintah itu tengah melakukan perjalanan harian antara Kabul dan
Ghazni, provinsi tetangga Kabul.

"Saya membantu mengangkat beberapa korban tewas dan luka-luka. Ada banyak orang di dalam bus, hanya beberapa yang selamat tanpa cedera, yang lainnya tewas dan terluka," kata saksi mata Mohammad Sarwar.

Serangan bom ini terjadi setelah 5 warga AS, termasuk seorang wanita diplomat, tewas dalam serangan terpisah di Afghanistan timur dan selatan pada Sabtu, 6 April lalu. Saat itu, bom bunuh diri menghantam konvoi pasukan NATO d Provinsi Zabul, Afghanistan selatan. Serangan itu menewaskan tiga prajurit AS dan dua warga sipil termasuk sang diplomat muda.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(ita/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close