Detik.com News
Detik.com
Senin, 08/04/2013 13:15 WIB

5 Menteri Demokrat Mencalonkan Diri Jadi Caleg DPR

M Iqbal - detikNews
5 Menteri Demokrat Mencalonkan Diri Jadi Caleg DPR
Jakarta - Sebanyak 5 menteri Partai Demokrat mencalonkan diri menjadi calon anggota legislatif dalam Pileg 2014. Mereka diharapkan menjadi pendulang suara untuk memenangkan PD.

"Semua menteri Demokrat harus mendaftar jadi caleg, mereka harus jadi pendulang suara," kata Ketua Satgas Penjaringan Bakal Calon Anggota Legislatif DPR PD 2014-2019, Suaedy Marasabbesy, saat berbincang, Senin (8/4/2013).

Menurutnya, soal apakah nanti menteri itu akan terpilih atau tidak dalam Pileg 2014, akan dikembalikan pada kondisi nanti. Namun yang jelas tak ada aturan KPU yang melarang menteri menjadi caleg.

"Tidak ada aturan yang melarang kan?" ucapnya.

Ia menuturkan, total seluruh caleg yang mendaftar berjumlah 1.068 orang, termasuk 134 anggota yang mencalonkan kembali.

"Total yang mendaftar 1.068 orang, sekarang verifikasi sebanyak 1.020. Kami akan memeras menjadi 120 persen total caleg sebelum nanti diperas oleh majelis tinggi menjadi 100 persen," ungkapnya.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(iqb/van)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%