Senin, 08/04/2013 12:44 WIB

Mengejar Kursi DPD, Gede Pasek Tetap Kader Partai Demokrat

M Iqbal - detikNews
Jakarta - Tak nyaleg DPR RI, Ketua DPP Partai Demokrat Gede Pasek Suardika akan mengadu nasib mengejar kursi DPD di 2014. Namun Pasek tak meninggalkan PD.

"Jadi Pak Pasek ini kalau pencalegan Pak Pasek tidak mengembalikan formulir karena beliau sampaikan ke saya ingin mencalonkan menjadi anggota DPD RI, tapi tetap saja anggota kader Partai Demokrat," kata Nurhayati di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/4/2013).

Nurhayati mengaku kaget dengan keputusan koleganya itu. Menurutnya, kalau kepindahan itu karena ada masalah di internal maka baiknya dibicarakan secara internal.

"Sebetulnya saya juga kaget, kabar darimana, karena kalau ada masalah internal kita bicarakan internal fraksi. Jadi biarlah ini kami selesaikan di internal fraksi Partai Demokrat," ucap anggota komisi I DPR itu.

Gede Pasek saat dikonfirmasi sebelumnya tak membantah soal keinginannya pindah ke DPD, namun saat ini ia masih mengurusi ibunya yang sakit.

"Saya sedang merawat ibu saya, nanti resminya segera saya kabari," kata Pasek, Jumat (5/4)


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(iqb/van)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%