Detik.com News
Detik.com
Senin, 08/04/2013 06:53 WIB

Komandan Grup II Kopassus Juga Siap Tanggung Jawab Kasus LP Cebongan

Arifin Asydhad - detikNews
Halaman 1 dari 3
Komandan Grup II Kopassus Juga Siap Tanggung Jawab Kasus LP Cebongan
Jakarta - Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayjen TNI Agus Sutomo telah menyatakan siap bertanggung jawab atas kasus pembunuhan 4 tahanan di LP Cebongan, Sleman. Selain Danjen, Komandan Grup (Dan Grup) II Kandang Menjangan Kartasura, Letkol Maruli Simanjuntak juga menyatakan siap bertanggung jawab.

Memang sejak kasus LP Cebongan mencuat dan Tim Investigasi TNI AD mengumumkan hasil investigasinya, Letkol Maruli belum menyatakan apa pun kepada wartawan.

Sesuai pengumuman Tim Investigasi TNI AD yang dipimpin Brigjen TNI Unggul K Yudhoyono, penyerbuan ke LP Cebongan dan pembunuhan terhadap empat tahanan tersangka pembunuhan Serda TNI Heru Santoso dilakukan oleh anggota Kopassus Grup II, yang merupakan anak buah Letkol Maruli. T

im Investigasi TNI AD menyebut empat tahanan yang diberondong tembakan di LP Cebongan merupakan kelompok preman.

Meski belum sempat menemui wartawan, namun ternyata Letkol Maruli sejak awal sudah menyampaikan siap bertanggung jawab dalam kasus ini, meski saat penyerbuan LP Cebongan terjadi, dirinya baru menjabat Dan Grup II selama 1 hari.

Kisah siap bertanggung jawab para komandan Kopassus ini diceritakan Presiden SBY dalam pertemuan informal dengan beberapa pemimpin redaksi (pimred) di kediaman pribadi Menteri Perindustrian MS Hidayat, Jl Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, Sabtu (6/4/2013) malam.

Banyak hal yang dibahas antara Presiden SBY dengan para pimred dan beberapa menteri itu. Salah satunya, soal kasus LP Cebongan dan bagaimana TNI AD mengungkap kasus ini dengan cepat. Next

Halaman 1 2 3

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(asy/fdn)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%