detikcom
Minggu, 07/04/2013 20:17 WIB

Survei INES: Elektabilitas Prabowo Tertinggi, Hatta Urutan Ketiga

Septiana Ledysia - detikNews
Jakarta - Hasil survei Indonesia Network Elections Survey (INES) menempatkan Prabowo Subianto sebagai calon presiden dengan tingkat keterpilihan (elektabilitas) tertinggi. Dua posisi di bawah Prabowo, ditempati Megawati Soekarnoputri dan Hatta Rajasa.

Survei ini diikuti 5.989 responden yang memiliki hak pilih dalam Pemilu. Survei yang dilakukan pada 18-30 Maret 2013, memiliki margin of error 2.5% dengan tingkat kepercayaan 98 persen.

Berdasarkan hasil survei, Prabowo menempati urutan pertama dengan angka 39,8 % diikuti Megawati (17,2 %) dan Hatta Rajasa (14,4%).

"Dari hasil survei ini mengindikasikan bahwa Prabowo punya kans yang kuat secara elektoral untuk menjadi presiden dan didukung dengan tren kenaikan elektabilitas Partai Gerindra sebagai partai bersih," ujar Direktur INES Sudrajat Sacawisatra kepada wartawan dalam paparan hasil survei Elektabilitas Parpol dan Capres Jelang Pemilu 2014 'Penghakiman Rakyat Siapa Menabur Akan Menuai' di Cava Coffe, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (7/4/2013).

Drajat mengatakan, capres Golkar Aburizal Bakrie juga mengalami kenaikan elektabilitas. Tingkat elektabilitas Ical 10,3 persen dibanding tahun lalu yang hanya mendapatkan 7,36 persen. Kenaikan ini dikarenakan pengaruh iklan Ical di televisi yang sangat massif.

"Dan juga karena keberhasilan Golkar mensosialisasikan Ical ke bawah dengan dibungkus dengan program pemberian bantuan berupa uang ke masyarakat secara langsung,' ujarnya.

Sementara kenaikan elektabilitas capres dari PAN, Hatta Rajasa setiap tahun, sebut Drajat mengalami kenaikan. Meski tidak signifikan kenaikan elektabilitas Menko Perekonomian ini juga dikarenakan sosok Hatta mewakili partai Islam.

"Banyak konstituen capres dari PKS, PPP, PKB yang beralih ke Hatta Rajasa karena paling merepresentasikan partai Islam," imbuhnya.

Berikut hasil survei INES:
1. Prabowo Subianto 39,8 persen
2. Megawati Soekarno Putri 17,2 persen
3. Hatta Rajasa 14,4 persen
4. Aburizal Bakrie 10,3 persen
5. Ani Yudhoyono 5,1 persen
6. Jusuf Kalla 4,2 persen
7. Pramono Edhie Wibowo 3,3 persen
8. Wiranto 3,3 persen
9. Joko Suyanto 1 persen
10. Surya Paloh 0,7 persen
11. Sutiyoso 0,7 persen



Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(spt/fdn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%