Minggu, 07/04/2013 16:45 WIB

Penjelasan Lengkap tentang Kecelakaan Maut di Tol Cipularang

Syarifah Nur Aida - detikNews
Jakarta - Kecelakaan mobil Daihatsu Xenia R 1881 NK dan Nissan Juke AB 241 TA di ruas tol Cipularang, tepatnya di ruas Purbaleunyi KM 135+700, Minggu (7/4/2013) siang, menyebabkan kedua mobil rusak parah. Bagian mobil Xenia tercecer di jalan dan tak berbentuk, sementara kondisi Juke ringsek meski tak separah Xenia.

Lima dari enam orang penumpang Xenia tewas dalam kecelakaan ini, sementara satu bocah berhasil selamat. Kedua penumpang Juke selamat, meski mengalami luka-luka. Korban tewas dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, sementara korban luka-luka dilarikan ke Rumah Sakit Kartika Asih di daerah Muhammad Toha Bandung.

Kejadian berawal saat Juke melintasi tol Purbaleunyi kilometer 135+750 pada pukul 12.40 WIB.

"Nissan Juke melaju dari arah Jakarta, dia tidak bisa mengendalikan kecepatannya, lalu lompat berpindah menabrak Xenia," kata Andri, Kepala Sub Bagian Pelayanan Jasa Marga Cabang Purbaleunyi, saat berbincang dengan detikcom.

Menurut Andri, Juke menabrak Xenia yang berlawanan arah karena kedua ruas jalan tol dibatasi taman dengan gundukan tanah setinggi 1 meter.

Setelah 3 jam, tol Purbaleunyi kini sudah lancar di kedua arah. Kedua bangkai mobil diderek ke Unit Laka Lantas Polres Bandung.



Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(nrl/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%